Kliksaya

Ada Yang Salah Dengan UIN

Dosen tetap di fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Seorang dosen di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, menceritakan, bagaimana pemahaman relativisme berkembang subur di kampus seperti UIN dan IAIN.

Banyak yang berharap dari rahim Universitas Islam Negeri (UIN), atau dulu dikenal dengan Institut Agama Islam Negeri (IAIN), akan lahir ulama, cendekiawan Muslim, atau dai yang akan membina umat.

Namun, sebagian orang menilai justru sebaliknya. Di kampus inilah paham liberalisme dan relativisme berkembang-biak. Benarkah?

Akhir Desember 2007 lalu, Achmad Warid Khan , seorang dosen tetap di Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga , Yogyakarta, mengirim sebuah opini ke kantor redaksi Hidayatullah tentang "penggerogotan" agama di kampus Islam itu.



Akhir Desember 2007 lalu, Achmad Warid Khan , seorang dosen tetap di Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga , Yogyakarta, mengirim sebuah opini ke kantor redaksi Hidayatullah tentang "penggerogotan" agama di kampus Islam itu.

Ia menjelaskan panjang lebar bagaima pemahaman rasional dan relativisme berkembang begitu subur di kampus-kampus UIN dan IAIN, khususnya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Dalam kesempatan berikutnya, redaksi Hidayatullah sempat berbincang-bincang dengan suami Siti Fatimah, berusia 40 tahun, ini. Perlu diketahui, Warid telah menjadi staf pengajar di Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga semenjak tahun 1980 hingga hari ini.

Pria asal Madura ini sempat kehilangan kesempatan menyelesaikan desertasinya di Universitas Al-Azhar, Kairo, gara-gara pendarahan otak. Ia koma selama 40 hari, bahkan hampir saja akan dimakamkan.

Setelah sembuh, ia banyak berubah. ”Saya segera sadar akan kekeliruan saya selama ini, " ujarnya.

Sebelumnya, ia masih suka bolong-bolong dalam beribadah. Sang istri menambahkan, sebelum sakit si suami seolah berperilaku layaknya orang tak lulus sekolah agama.

Berikut perbincangan Cholis Akbar dari Majalah Suara Hidayatullah dengan Achmad Warid Khan.

WAWANCARA DENGAN ACHMAD WARID KHAN
Apa latar belakang Anda mengirim artikel tentang kondisi kampus UIN ke redaksi majalah kami?
Saya mengirimkan artikel itu karena saya merasa ajaran Islam telah kehilangan ruhnya di tangan para intelektual UIN.

Apa posisi Anda di UIN?
Saya masih dosen tetap di Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta. Jadi, tulisan tersebut merupakan pengakuan saya sebagai dosen UIN sendiri yang telah merasakan bahwa ilmu agama yang saya peroleh dari UIN bukan menambah baik ibadah dan keimanan saya, tapi justru sebaliknya.

Apa maksud Anda?
Saya merasakan ibadah saya dan keimanan saya justru bertambah tidak karu-karuan (tidak baik).

Lho, IAIN dan UIN kan perguruan tinggi Islam. Apakah tidak malah sebaliknya makin bertambah baik?
Seharusnya (memang begitu). Tapi, ini terjadi karena dalam memahami ajaran Islam di UIN, umumnya menggunakan sumber-sumber dari Barat.

Maaf, dan itu, umumnya ditulis oleh para orientalis dan bukan merujuk pada Al-Quran sendiri. Metode ilmiah itulah yang terkesan oleh saya telah menggerogoti Islam.

Mungkin, di sini letak kesalahannya. Saya pernah berfikir, apa memahami agama kita (Islam) perlu memakai teori dari Barat? Tidak cukupkah kita kembali saja pada Al-Quran sebagai rujukan utama?

Maaf, ini pengakuan pribadi saya. Tentu saja, opini saya ini bersifat subyektif.

Bukankah metode atau pendekatan itu bisa diambil dari mana saja, bahkan dari Barat sekalipun?
Ya, benar. Tapi, kalau urusan agama, terutama masalah keimanan, apa tepat? Maaf, sering saya jumpai karya-karya ilmiah para intelektual di UIN dalam menjelaskan agama dan dalam memahami agama selalu menggunakan teori-teori Barat. Entah sosiologi, psikologi, metode filisofis, fenomenologi, dan sebagainya.

Menurut saya, diakui atau tidak, efeknya akan menjauhkan ibadah dan keimanan kita. Padahal, harus diingat firman Allah SWT yang artinya: "Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk ber-ibadah pada-Ku."

Jadi, seharusnya setiap motode yang kita pakai, output-nya berorientasi pengabdian kepada Allah SWT. Jujur lho, banyak intelektual UIN lebih bangga membuat karya ilmiah tentang Islam menggunakan referensi teori-teori Barat. Pakai bahasa Inggris lagi.

Referensi Barat memang bisa ditulis oleh orang Islam. Tapi yang harus diwaspadai, jangan-jangan pikiran-pikiran mereka telah terkontaminasi oleh pikiran-pikiran orientalis tentang agama Islam ini.

Seharusnya mereka bangga kalau memahami atau mempelajari Islam mereferensi pada Al-Quran, as-Sunnah, dan kitab-kitab yang banyak dikarang para ulama Salaf kita.

Maaf, nanti saya dikira berkhutbah. Saya sekadar menyegarkan kembali kesadaran kita terhadap fungsi Kitab Suci kita.

Seberapa jauh fenomena seperti itu di UIN?
Wah bagaimana ya? Baru-baru ini pihak fakultas meloloskan skripsi berjudul Menggugat Otensitas Wahyu Tuhan karya Aksin Wijaya. Yang lebih mengecewakan, skripsi itu diberi kata pengantar oleh teman saya sendiri, Dr Phil. M. Nur Kholis Setiawan (Dr Nur Kholis Setiawan adalah dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, penulis buku "Al-Quran Kitab Sastra Terbesar" yang juga murid Dr Nasr Hamid Abuzayd, tokoh liberal yang dihukum murtad para ulama Mesir).

Kasus-kasus seperti ini tidak sedikit. Orang-orang seperti ini, yang seharunya ditolak menjadi sarjana Islam dan jelas-jelas melecehkan Al-Quran, justru diloloskan menjadi sarjana. Anda bisa bayangkan, berapa orang dalam setiap tahun yang lulus dengan keadaan seperti itu?

Satu hal lagi yang tidak kalah penting. Saya sering menjumpai di kampus UIN, agama ini hanya diwacanakan dan maraknya memahami agama hanya dengan akal. Wajar saja jika lahir orang-orang yang memahami agama tapi tak mengamalkannya.

Mengapa kita tidak melihat sikap Sayyidina `Umar (dalam sebuah riwayat) ketika ditanya, "Mengapa tuan mencium batu Hajar Aswad?” Beliau menjawab "Jika tidak karena Rasulullah SAW mencium Hajar Aswad, saya tidak mencium Hajar Aswad."

Seharunya, perilaku kita sebagaimana Sayyidina `Umar ini dalam cara beragama yang benar. Yakni, sami' na wa atha'na (Kami mendengar, kami menjalankan).

Dalam memahami Islam, ada hal yang tidak rasional yang jelas tak bisa dipahami menggunakan logika akal. Tapi, umumnya, di kampus UIN kita harus mendahulukan peran akal. Sementara kemampuan akal kita sangat terbatas. Akibatnya, kita jadi suka berwacana dan berdebat. Padahal, dalam beragama kita kering spritualitas.

Anda menyebut ruh agama telah hilang di UIN/IAIN? Apa maksudnya?
Ilmu agama kehilangan nilai normatifnya. Padahal, nilai normatif itulah ruhnya agama. Maksud saya, nilai normatif di mana dalam ajaran-ajaran Islam itu mengandung tujuan untuk mendekatkan diri pada Tuhan. Dan dengan ajaran agama itu pula seharusnya makin meningkatkan keimanan dan ibadah kita.

Tapi ternyata ruh itu banyak yang hilang. Orang yang kuliah di UIN atau IAIN seharusnya makin baik dan beriman. Tapi sebaliknya, menjadi nggak karu-karuan (tidak baik). UIN tidak membuat saya semakin dekat dengan Tuhan, tapi malah membuat saya semakin jauh dari Tuhan.

Kapan Anda menyadari itu?
Cukup lama. Terutama ketika Allah SWT memberikan saya musibah sakit. Di saat saya sembuh, saya sering merenung berlama-lama usai shalat tahajjud. Ada somethink wrong (sesuatu yang salah) dalam tradisi keilmuan di UIN. Seharusnya semakin tinggi pemahaman saya terhadap agama, semakin meningkat pula keimaman saya. Tapi ini kok justru sebaliknya.

Lantas, apa tujuan Anda mengungkapkan ini?
Mudah-mudahan latar belakang ini dijadikan pertimbangan dan bisa memberikan penyadaran pada teman-teman kami di UIN Yogyakarta (khususnya), bahwa apa yang mereka lakukan dalam memahami agama dengan cara seperti itu kurang tepat.

Pernyataan ini saya lakukan sebagai otokritik terhadap kampus saya sendiri, tempat saya mengabdi sebagai staf pengajar selama bertahun-tahun. Ini merupakan hasil perenungan saya dalam waktu yang sangat lama. Tapi tentu saja karena ini pengakuan pribadi, maka bersifat subyektif.

Tapi kan tak semua produk UIN/IAIN sejelek itu?
Mungkin benar. Tapi realitasnya, harus diakui dan ini harus menjadi kesadaran bersama bagi civitas akademika UIN bahwa moralitas di sana jauh dibanding perguruan tinggi umum yang tidak berlabelkan Islam. Ini memang sebuah ironi.

Satu lagi, banyak produk pemikiran UIN menjadi kontroversi atau pro-kontra di masyarakat. Dengan kata lain, banyak produk yang mengganggu ketenangan hidup beragama masyarakat.

Mengapa kita tidak banyak berintrospeksi diri? Ada apa gerangan dengan kondisi kita? Mengapa hasil pemikiran orang-orang UIN sering menggelisahkan masyarakat? Mengapa kita tidak berfikir melahirkan gagasan dan produk yang bisa menjadikan masyarakat lebih tenang beribadah dan lebih baik keimanannya?

Secara pribadi, saya lebih bangga melihat sarjana UIN atau IAIN menjadi ahli-ahli ibadah dibanding ahli-ahli berdebat. Saya bangga kalau almamater saya melahirkan cendikiawan-cendikiawan yang bisa mengomandani masyarakat sehingga istiqama­h shalat tahajjudnya, atau puasa Senin-Kamisnya.

Tapi, mungkin pikiran saya ini tidaklah terlalu laku di UIN. [diambil dari Majalah Suara Hidayatullah, edisi Pebruari 2008/www.hidayatullah.com]

Gempa M7.6 (USGS) Simeulue

Barusaja terasa ada gempa yg juga terasa di Kuala Lumpur.

Pusat gempa dengan kekuatan Magnitude M7.6 ini berada di Simeulue. Gempa terjadi pada hari ini February 20, 2008 at pukul 03:08:32 petang. Pusat gempa (epicenter) diperkirakan ada dibawah Pulau Simeulue. Tepatnya pada koordinat 2.751N, 95.966E dengan kedalaman pusat gempa 34 km.

Hasil koreksi terbaru menyatakan M7.5.

Lokasi ini kira-kira :

  • 312 km (194 miles) WSW (253 degrees) dari Medan, Sumatra, Indonesia
  • 314 km (195 miles) SSE (167 degrees) dari Banda Aceh, Sumatra, Indonesia
  • 336 km (209 miles) WNW (290 degrees) dari Sibolga, Sumatra, Indonesia
  • 638 km (397 miles) W (266 degrees) dari KUALA LUMPUR, Malaysia

Getaran kuat pasti sangat dirasakan di Pulau Simeulue. Peta dibawah menunjukkan peta kekuatan getaran hasil perhitungan komputer USGS. Getaran sebesar Skala VII ini mirip dengan getaran atau goyangan gempa di Jogja.

shakemap.jpg

USGS saat ini mulai memberikan perkiraan jumlah orang yang terpengaruh oleh gempa ini berdasarkan kekuatan yang dialaminya.

pengaruh-gempa.jpg

Sumber : www.rovicky.wordpress.com

DPR kembali menginterpelasi pemerintah. Artinya, DPR menggunakan hak bertanyanya kepada pemerintah. Memang adalah hak Dewan untuk bertanya kepada Pemerintah jika ada masalah-masalah besar yang dipandang perlu ditanyakan karena menyangkut kepentingan negara. Kali ini yang diinterpelasi adalah masalah BLBI, dengan segala ikutannya seperti KLBI, dana rekapitalisasi perbankan, dan sebagainya yang memang membebani negara, sampai sekarang.

Persoalannya adalah, masalah BLBI ini adalah masalah yang terjadi karena kebijakan pemerintahan sebelumnya. Malah, skema penyelesaian BLBI adalah kebijakan yang diputuskan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri, dengan mengeluarkan Surat Keterangan Lunas (SKL), berdasarkan kebijakan Release and Discharge. Tetapi yang harus menjawabnya justru adalah pemerintahan Presiden SBY.

Yang dipertanyakan DPR sekarang ini justru tentang dasar kebijakan BLBI tersebut, termasuk dasar pengeluaran SKL, perbedaan antara jumlah utang dan nilai aset yang diserahkan, nilai riil hasil lelang aset oleh BPPN. Dewan ingin tahu berapa banyak yang tidak kooperatif, mana saja kasus yang sedang dalam proses hukum, serta siapa saja pengemplang BLBI yang buron ke luar negeri. Lebih lanjut, DPR pun bertanya apa saja langkah-langkah yang telah diambil oleh pemerintah untuk mengembalikan aset negara, untuk menuntaskan proses hukum, dan mengejar para buronan itu.

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, pemerintahan Presiden SBY harus membongkar dokumen-dokumen lama untuk melihat kronologis persoalan yang muncul dan solusi kebijakan yang diambil pemerintahan masa itu, dan dampaknya pada kewajiban pemerintahan masa sekarang. Sampai sekarangpun konsekuensi dari kebijakan-kebijakan masa lalu itu masih harus dibayar oleh negara dalam bentuk pembayaran bunga utang sejumlah 50-60 trilyun rupiah setahun.

Bayangkan, berapa banyak gedung sekolah yang bisa diperbaiki dengan uang itu. Berapa banyak komputer dan buku yang bisa di sediakan untuk setiap sekolah. Berapa banyak sarana kesehatan di desa-desa yang bisa disediakan, berapa banyak saluran irigasi pertanian yang bisa dibangun untuk meningkatkan produksi pertanian kita. Dengan uang itu. Setiap tahun.

Sayangnya tidak ada ketentuan dalam konstitusi maupun perundangan lainnya yang mengatur hak interpelasi Dewan kepada pemerintahan sebelumnya. Tidak ada pula hak interpelasi pemerintahan sekarang ini kepada pemerintahan sebelumnya. Baik DPR-RI maupun pemerintahan Presiden SBY yang menjabat sekarang ini, misalnya, tak bisa menginterpelasi pemerintahan Presiden Megawati atas keputusan Release and Discharge yang dikeluarkannya.

Karena itu, pemerintahan Presiden SBY tetap akan menjawab dengan sebaik-baiknya pertanyaan-pertanyaan Dewan sehubungan dengan persoalan BLBI ini. Mungkin memang sudah ditakdirkan bahwa Presiden SBY terpilih menjadi Presiden untuk menyelesaikan persoalan-persoalan bangsa yang diakibatkan oleh kebijakan masa lalu.

Tidak berlebihan jika ada yang menganggap bahwa pemerintahan Presiden SBY adalah pemerintahan yang bertugas untuk “mencuci piring” setelah semua pesta pora telah usai. Tetapi memang sudah menjadi tekad Presiden SBY untuk membawa perubahan bagi negara dan bangsa, untuk menyelesaikan persoalan-persoalan bangsa, untuk bangkit kembali sebagai bangsa yang besar.

Merapi adalah nama sebuah gunung berapi di provinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta, Indonesia yang masih sangat aktif hingga saat ini. Sejak tahun 1548, gunung ini sudah meletus sebanyak 68 kali. Letaknya cukup dekat dengan Kota Yogyakarta dan masih terdapat desa-desa di lerengnya sampai ketinggian 1700 m. Bagi masyarakat di tempat tersebut, Merapi membawa berkah material pasir, sedangkan bagi pemerintah daerah, Gunung Merapi menjadi obyek wisata bagi para wisatawan. Kini Merapi termasuk ke dalam kawasan Taman Nasional Gunung Merapi.



Sejarah Geologis

Gunung Merapi adalah yang termuda dalam kumpulan gunung berapi di bagian selatan Pulau Jawa. Gunung ini terletak di zona subduksi, dimana Lempeng Indo-Australia terus bergerak ke bawah Lempeng Eurasia. Letusan di daerah tersebut berlangsung sejak 400.000 tahun lalu, dan sampai 10.000 tahun lalu jenis letusannya adalah efusif. Setelah itu, letusannya menjadi eksplosif, dengan lava kental yang menimbulkan kubah-kubah lava.

Letusan-letusan kecil terjadi tiap 2-3 tahun, dan yang lebih besar sekitar 10-15 tahun sekali. Letusan-letusan Merapi yang dampaknya besar antara lain di tahun 1006, 1786, 1822, 1872, dan 1930. Letusan besar pada tahun 1006 membuat seluruh bagian tengah Pulau Jawa diselubungi abu. Diperkirakan, letusan tersebut menyebabkan kerajaan Mataram Kuno harus berpindah ke Jawa Timur. Letusannya di tahun 1930 menghancurkan 13 desa dan menewaskan 1400 orang.

Letusan pada November 1994 menyebabkan hembusan awan panas ke bawah hingga menjangkau beberapa desa dan memakan korban puluhan jiwa manusia. Letusan 19 Juli 1998 cukup besar namun mengarah ke atas sehingga tidak memakan korban jiwa. Catatan letusan terakhir gunung ini adalah pada tahun 2001-2003 berupa aktivitas tinggi yang berlangsung terus-menerus.

[sunting] Rute Pendakian

Gunung Merapi merupakan obyek pendakian yang popular. Jalur pendakian yang paling umum dan dekat adalah melalui sisi utara dari Sèlo, satu kecamatan di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, yang terletak di antara Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Pendakian melalui Selo memakan waktu rata-rata 5 jam hingga ke puncak.

Jalur populer lain adalah melalui Kaliurang, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Yogyakarta di sisi selatan. Jalur ini lebih terjal dan memakan waktu sekitar 6-7 jam hingga ke puncak. Jalur alternatif yang lain adalah melalui sisi barat laut, dimulai dari Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah dan melalui sisi tenggara, dari arah Deles, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

[sunting] Status terkini

Di bulan April dan Mei 2006, mulai muncul tanda-tanda bahwa Merapi akan meletus kembali, ditandai dengan gempa-gempa dan deformasi. Pemerintah daerah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta sudah mempersiapkan upaya-upaya evakuasi. Instruksi juga sudah dikeluarkan oleh kedua pemda tersebut agar penduduk yang tinggal di dekat Merapi segera mengungsi ke tempat-tempat yang telah disediakan.

Pada tanggal 15 Mei 2006 akhirnya Merapi meletus. Lalu pada 4 Juni, dilaporkan bahwa aktivitas Gunung Merapi telah melampaui status awas. Kepala BPPTK Daerah Istimewa Yogyakarta, Ratdomo Purbo menjelaskan bahwa sekitar 2-4 Juni volume lava di kubah Merapi sudah mencapai 4 juta meter kubik - artinya lava telah memenuhi seluruh kapasitas kubah Merapi sehingga tambahan semburan lava terbaru akan langsung keluar dari kubah Merapi.

1 Juni, Hujan abu vulkanik dari luncuran awan panas Gunung Merapi yang lebat, tiga hari belakangan ini terjadi di Kota Magelang dan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Muntilan sekitar 14 kilometer dari Puncak Merapi, paling merasakan hujan abu ini. [1]

8 Juni, Gunung Merapi pada pukul 09:03 WIB meletus dengan semburan awan panas yang membuat ribuan warga di wilayah lereng Gunung Merapi panik dan berusaha melarikan diri ke tempat aman. Hari ini tercatat dua letusan Merapi, letusan kedua terjadi sekitar pukul 09:40 WIB. Semburan awam panas sejauh 5 km lebih mengarah ke hulu Kali Gendol (lereng selatan) dan menghanguskan sebagian kawasan hutan di utara Kaliadem di wilayah Kabupaten Sleman. [2] [3]

[sunting] Lihat pula

Artikel mengenai Taman Nasional Gunung Merapi.

[sunting] Galeri

Foto-foto Merapi dari sisi sebelah utara, setelah letusan 2006.

Merapi dari arah Ketep, Magelang



Dari arah Jrakah, Boyolali



Dari arah Selo, Boyolali



Dari arah depan



Merapi adalah nama sebuah gunung berapi di provinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta, Indonesia yang masih sangat aktif hingga saat ini. Sejak tahun 1548, gunung ini sudah meletus sebanyak 68 kali. Letaknya cukup dekat dengan Kota Yogyakarta dan masih terdapat desa-desa di lerengnya sampai ketinggian 1700 m. Bagi masyarakat di tempat tersebut, Merapi membawa berkah material pasir, sedangkan bagi pemerintah daerah, Gunung Merapi menjadi obyek wisata bagi para wisatawan. Kini Merapi termasuk ke dalam kawasan Taman Nasional Gunung Merapi.



Sejarah Geologis

Gunung Merapi adalah yang termuda dalam kumpulan gunung berapi di bagian selatan Pulau Jawa. Gunung ini terletak di zona subduksi, dimana Lempeng Indo-Australia terus bergerak ke bawah Lempeng Eurasia. Letusan di daerah tersebut berlangsung sejak 400.000 tahun lalu, dan sampai 10.000 tahun lalu jenis letusannya adalah efusif. Setelah itu, letusannya menjadi eksplosif, dengan lava kental yang menimbulkan kubah-kubah lava.

Letusan-letusan kecil terjadi tiap 2-3 tahun, dan yang lebih besar sekitar 10-15 tahun sekali. Letusan-letusan Merapi yang dampaknya besar antara lain di tahun 1006, 1786, 1822, 1872, dan 1930. Letusan besar pada tahun 1006 membuat seluruh bagian tengah Pulau Jawa diselubungi abu. Diperkirakan, letusan tersebut menyebabkan kerajaan Mataram Kuno harus berpindah ke Jawa Timur. Letusannya di tahun 1930 menghancurkan 13 desa dan menewaskan 1400 orang.

Letusan pada November 1994 menyebabkan hembusan awan panas ke bawah hingga menjangkau beberapa desa dan memakan korban puluhan jiwa manusia. Letusan 19 Juli 1998 cukup besar namun mengarah ke atas sehingga tidak memakan korban jiwa. Catatan letusan terakhir gunung ini adalah pada tahun 2001-2003 berupa aktivitas tinggi yang berlangsung terus-menerus.

[sunting] Rute Pendakian

Gunung Merapi merupakan obyek pendakian yang popular. Jalur pendakian yang paling umum dan dekat adalah melalui sisi utara dari Sèlo, satu kecamatan di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, yang terletak di antara Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Pendakian melalui Selo memakan waktu rata-rata 5 jam hingga ke puncak.

Jalur populer lain adalah melalui Kaliurang, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Yogyakarta di sisi selatan. Jalur ini lebih terjal dan memakan waktu sekitar 6-7 jam hingga ke puncak. Jalur alternatif yang lain adalah melalui sisi barat laut, dimulai dari Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah dan melalui sisi tenggara, dari arah Deles, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

[sunting] Status terkini

Di bulan April dan Mei 2006, mulai muncul tanda-tanda bahwa Merapi akan meletus kembali, ditandai dengan gempa-gempa dan deformasi. Pemerintah daerah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta sudah mempersiapkan upaya-upaya evakuasi. Instruksi juga sudah dikeluarkan oleh kedua pemda tersebut agar penduduk yang tinggal di dekat Merapi segera mengungsi ke tempat-tempat yang telah disediakan.

Pada tanggal 15 Mei 2006 akhirnya Merapi meletus. Lalu pada 4 Juni, dilaporkan bahwa aktivitas Gunung Merapi telah melampaui status awas. Kepala BPPTK Daerah Istimewa Yogyakarta, Ratdomo Purbo menjelaskan bahwa sekitar 2-4 Juni volume lava di kubah Merapi sudah mencapai 4 juta meter kubik - artinya lava telah memenuhi seluruh kapasitas kubah Merapi sehingga tambahan semburan lava terbaru akan langsung keluar dari kubah Merapi.

1 Juni, Hujan abu vulkanik dari luncuran awan panas Gunung Merapi yang lebat, tiga hari belakangan ini terjadi di Kota Magelang dan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Muntilan sekitar 14 kilometer dari Puncak Merapi, paling merasakan hujan abu ini. [1]

8 Juni, Gunung Merapi pada pukul 09:03 WIB meletus dengan semburan awan panas yang membuat ribuan warga di wilayah lereng Gunung Merapi panik dan berusaha melarikan diri ke tempat aman. Hari ini tercatat dua letusan Merapi, letusan kedua terjadi sekitar pukul 09:40 WIB. Semburan awam panas sejauh 5 km lebih mengarah ke hulu Kali Gendol (lereng selatan) dan menghanguskan sebagian kawasan hutan di utara Kaliadem di wilayah Kabupaten Sleman. [2] [3]

[sunting] Lihat pula

Artikel mengenai Taman Nasional Gunung Merapi.

[sunting] Galeri

Foto-foto Merapi dari sisi sebelah utara, setelah letusan 2006.

Merapi dari arah Ketep, Magelang



Dari arah Jrakah, Boyolali



Dari arah Selo, Boyolali



Dari arah depan



Valentine Dalam Opini Islam

Valentine di pandangan islam.... mau tau......


VALENTINE DAY (HARI BERKASIH SAYANG)

Menurut pandangan Islam

Benarkah ia hanya kasih sayang belaka ?


“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang di muka bumi ini, nescaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti prasangka belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).” (Surah Al-An’am : 116)


Hari 'kasih sayang' yang dirayakan oleh orang-orang Barat pada tahun-tahun terakhir disebut 'Valentine Day' amat popular dan merebak di pelusuk Indonesia bahkan di Malaysia juga. Lebih-lebih lagi apabila menjelangnya bulan Februari di mana banyak kita temui jargon-jargon (simbol-simbol atau iklan-iklan) tidak Islami hanya wujud demi untuk mengekspos (mempromosi) Valentine. Berbagai tempat hiburan bermula dari diskotik(disko/kelab malam), hotel-hotel, organisasi-organisasi mahupun kelompok-kelompok kecil; ramai yang berlumba-lumba menawarkan acara untuk merayakan Valentine. Dengan dukungan(pengaruh) media massa seperti surat kabar, radio mahupun televisyen; sebagian besar orang Islam juga turut dicekoki(dihidangkan) dengan iklan-iklan Valentine Day.

SEJARAH VALENTINE:

Sungguh merupakan hal yang ironis(menyedihkan/tidak sepatutnya terjadi) apabila telinga kita mendengar bahkan kita sendiri 'terjun' dalam perayaan Valentine tersebut tanpa mengetahui sejarah Valentine itu sendiri. Valentine sebenarnya adalah seorang martyr (dalam Islam disebut 'Syuhada') yang kerana kesalahan dan bersifat 'dermawan' maka dia diberi gelaran Saint atau Santo.

Pada tanggal 14 Februari 270 M, St. Valentine dibunuh karena pertentangannya (pertelingkahan) dengan penguasa Romawi pada waktu itu iaitu Raja Claudius II (268 - 270 M). Untuk mengagungkan dia (St. Valentine), yang dianggap sebagai simbol ketabahan, keberanian dan kepasrahan dalam menghadapi cubaan hidup, maka para pengikutnya memperingati kematian St. Valentine sebagai 'upacara keagamaan'.


Tetapi sejak abad 16 M, 'upacara keagamaan' tersebut mulai beransur-ansur hilang dan berubah menjadi 'perayaan bukan keagamaan'. Hari Valentine kemudian dihubungkan dengan pesta jamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang disebut “Supercalis” yang jatuh pada tanggal 15 Februari.


Setelah orang-orang Romawi itu masuk agama Nasrani(Kristian), pesta 'supercalis' kemudian dikaitkan dengan upacara kematian St. Valentine. Penerimaan upacara kematian St. Valentine sebagai 'hari kasih sayang' juga dikaitkan dengan kepercayaan orang Eropah bahwa waktu 'kasih sayang' itu mulai bersemi 'bagai burung jantan dan betina' pada tanggal 14 Februari.


Dalam bahasa Perancis Normandia, pada abad pertengahan terdapat kata “Galentine” yang bererti 'galant atau cinta'. Persamaan bunyi antara galentine dan valentine menyebabkan orang berfikir bahwa sebaiknya para pemuda dalam mencari pasangan hidupnya pada tanggal 14 Februari. Dengan berkembangnya zaman, seorang 'martyr' bernama St. Valentino mungkin akan terus bergeser jauh pengertiannya(jauh dari erti yang sebenarnya). Manusia pada zaman sekarang tidak lagi mengetahui dengan jelas asal usul hari Valentine. Di mana pada zaman sekarang ini orang mengenal Valentine lewat (melalui) greeting card, pesta persaudaraan, tukar kado(bertukar-tukar memberi hadiah) dan sebagainya tanpa ingin mengetahui latar belakang sejarahnya lebih dari 1700 tahun yang lalu.


Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa moment(hal/saat/waktu) ini hanyalah tidak lebih bercorak kepercayaan atau animisme belaka yang berusaha merosak 'akidah' muslim dan muslimah sekaligus memperkenalkan gaya hidup barat dengan kedok percintaan(bertopengkan percintaan), perjodohan dan kasih sayang.

PANDANGAN ISLAM

Sebagai seorang muslim tanyakanlah pada diri kita sendiri, apakah kita akan mencontohi begitu saja sesuatu yang jelas bukan bersumber dari Islam ?


Mari kita renungkan firman Allah s.w.t.:

“ Dan janglah kamu megikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabnya”. (Surah Al-Isra : 36)


Dalam Islam kata “tahu” berarti mampu mengindera(mengetahui) dengan seluruh panca indera yang dikuasai oleh hati. Pengetahuan yang sampai pada taraf mengangkat isi dan hakikat sebenarnya. Bukan hanya sekedar dapat melihat atau mendengar. Bukan pula sekadar tahu sejarah, tujuannya, apa, siapa, kapan(bila), bagaimana, dan di mana, akan tetapi lebih dari itu.


Oleh kerana itu Islam amat melarang kepercayaan yang membonceng(mendorong/mengikut) kepada suatu kepercayaan lain atau dalam Islam disebut Taqlid.

Hadis Rasulullah s.a.w:“ Barang siapa yang meniru atau mengikuti suatu kaum (agama) maka dia termasuk kaum (agama) itu”.
Firman Allah s.w.t. dalam Surah AL Imran (keluarga Imran) ayat 85 :“Barangsiapa yang mencari agama selain agama Islam, maka sekali-sekali tidaklah diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”.

HAL-HAL YANG HARUS DIBERI PERHATIAN:-

Dalam masalah Valentine itu perlu difahami secara mendalam terutama dari kaca mata agama kerana kehidupan kita tidak dapat lari atau lepas dari agama (Islam) sebagai pandangan hidup. Berikut ini beberapa hal yang harus difahami di dalam masalah 'Valentine Day'.


1. PRINSIP / DASAR
Valentine Day adalah suatu perayaan yang berdasarkan kepada pesta jamuan 'supercalis' bangsa Romawi kuno di mana setelah mereka masuk Agama Nasrani (kristian), maka berubah menjadi 'acara keagamaan' yang dikaitkan dengan kematian St. Valentine.


2. SUMBER ASASI
Valentine jelas-jelas bukan bersumber dari Islam, melainkan bersumber dari rekaan fikiran manusia yang diteruskan oleh pihak gereja. Oleh kerana itu lah , berpegang kepada akal rasional manusia semata-mata, tetapi jika tidak berdasarkan kepada Islam(Allah), maka ia akan tertolak.

Firman Allah swt dalam Surah Al Baqarah ayat 120 :“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.

Katakanlah : “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemahuan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”.


3. TUJUAN
Tujuan mencipta dan mengungkapkan rasa kasih sayang di persada bumi adalah baik. Tetapi bukan seminit untuk sehari dan sehari untuk setahun. Dan bukan pula bererti kita harus berkiblat kepada Valentine seolah-olah meninggikan ajaran lain di atas Islam. Islam diutuskan kepada umatnya dengan memerintahkan umatnya untuk berkasih sayang dan menjalinkan persaudaraan yang abadi di bawah naungan Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Bahkan Rasulullah s.a.w. bersabda :“Tidak beriman salah seorang di antara kamu sehingga ia cinta kepada saudaranya seperti cintanya kepada diri sendiri”.


4. OPERASIONAL
Pada umumnya acara Valentine Day diadakan dalam bentuk pesta pora dan huru-hara.
Perhatikanlah firman Allah s.w.t.:“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaithon dan syaithon itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya”. (Surah Al Isra : 27)

Surah Al-Anfal ayat 63 yang berbunyi : “…walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia (Allah) Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.


Sudah jelas ! Apapun alasannya, kita tidak dapat menerima kebudayaan import dari luar yang nyata-nyata bertentangan dengan keyakinan (akidah) kita. Janganlah kita mengotori akidah kita dengan dalih toleransi dan setia kawan. Kerana kalau dikata toleransi, Islamlah yang paling toleransi di dunia.


Sudah berapa jauhkah kita mengayunkan langkah mengelu-elukan(memuja-muja) Valentine Day ? Sudah semestinya kita menyedari sejak dini(saat ini), agar jangan sampai terperosok lebih jauh lagi. Tidak perlu kita irihati dan cemburu dengan upacara dan bentuk kasih sayang agama lain. Bukankah Allah itu Ar Rahman dan Ar Rohim. Bukan hanya sehari untuk setahun. Dan bukan pula dibungkus dengan hawa nafsu. Tetapi yang jelas kasih sayang di dalam Islam lebih luas dari semua itu. Bahkan Islam itu merupakan 'alternatif' terakhir setelah manusia gagal dengan sistem-sistem lain.


Lihatlah kebangkitan Islam!!! Lihatlah kerosakan-kerosakan yang ditampilkan oleh peradaban Barat baik dalam media massa, televisyen dan sebagainya. Karena sebenarnya Barat hanya mengenali perkara atau urusan yang bersifat materi. Hati mereka kosong dan mereka bagaikan 'robot' yang bernyawa.


MARI ISTIQOMAH (BERPEGANG TEGUH)
Perhatikanlah Firman Allah :
“…dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk golongan orang-orang yang zalim”.


Semoga Allah memberikan kepada kita hidayahNya dan ketetapan hati untuk dapat istiqomah dengan Islam sehingga hati kita menerima kebenaran serta menjalankan ajarannya.

Tujuan dari semua itu adalah agar diri kita selalu taat sehingga dengan izin Allah s.w.t. kita dapat berjumpa dengan para Nabi baik Nabi Adam sampai Nabi Muhammad s.a.w.

Firman Allah s.w.t.:
“Barangsiapa yang taat kepada Allah dan RasulNya maka dia akan bersama orang-orang yang diberi nikmat dari golongan Nabi-Nabi, para shiddiq (benar imannya), syuhada, sholihin (orang-orang sholih), mereka itulah sebaik-baik teman”.


Berkata Peguam Zulkifli Nordin (peguam di Malaysia) di dalam kaset 'MURTAD' yang mafhumnya :-

"VALENTINE" adalah nama seorang paderi. Namanya Pedro St. Valentino. 14 Februari 1492 adalah hari kejatuhan Kerajaan Islam Sepanyol. Paderi ini umumkan atau isytiharkan hari tersebut sebagai hari 'kasih sayang' kerana pada nya Islam adalah ZALIM!!! Tumbangnya Kerajaan Islam Sepanyol dirayakan sebagai Hari Valentine. Semoga Anda Semua Ambil Pengajaran!!! Jadi.. mengapa kita ingin menyambut Hari Valentine ini kerana hari itu adalah hari jatuhnya kerajaan Islam kita di Sepanyol..


Adalah seorang Valentine, pastor di jaman Kaisar Claudius II di Roma, abad III. Secara diam-diam, ia menentang sang Kaisar yang dengan otoritasnya menghapuskan sebuah tradisi yang sudah berlangsung sejak jaman Romawi Kuno. Seperti kebanyakan tradisi kuno lainnya, perayaan untuk menghormati Dewa Lupercus itu diawali dengan upacara yang disebut dengan Lupercilia setiap tanggal 15 Februari. Upacara ini awalnya diadakan untuk mengusir serigala ganas yang sering muncul di sekitar kota Roma.

Salah satu persembahan mereka adalah mengadakan sebuah festival yang salah satu acaranya adalah tradisi bernama name drawing, terutama diperuntukkan oleh anak-anak muda yang masih lajang.

Festival diawali dengan menulis semua nama gadis di kota Roma pada kertas kecil dan dimasukkan ke dalam wadah kaca besar. Setelah itu, setiap lelaki lajang di Roma mengambil lembaran kertas tersebut secara acak. Nama gadis yang tertera di kertas pilihan mereka otomatis akan menjadi kekasih mereka.



Ketika Kaisar Claudius II memerintah, sang kaisar kesulitan mencari pemuda untuk dijadikan pasukan karena para lelaki di Roma lebih memilih tinggal dan berkumpul bersama orang-orang yang mereka cintai. Karena itu, sang kaisar kemudian melarang pemuda-pemuda Roma untuk menikah atau bertunangan, dan menghapus tradisi name drawing itu.

Pastor Valentine, dengan prinsip cinta kasih yang dianutnya, secara diam-diam tetap menikahkan pasangan-pasangan muda yang ingin menikah. Baginya, kasih sayang antar-manusia harus dilindungi. Cinta harus dirayakan. Baginya, kebijakan Sang Kaisar melarang pernikahan adalah melawan manusia dan kemanusiaan. Apalagi kepentingan Kaisar adalah kepentingan perang yang penuh kebencian dan pertumpahan darah.

Ulahnya itulah yang kemudian menyeretnya ke altar eksekusi mati. Ia mati 14 Februari 269 M dengan meninggalkan sepucuk surat cinta kepada seorang anak sipir penjara. Untaian cinta pada surat itulah yang membuat orang belakangan menahbiskan tanggal matinya sebagai Hari Kasih Sayang (Valentine’s Day).

Belakangan valentine’s day menjadi momentum yang mendunia. Hampir di seluruh negara, hari itu menjadi saat di mana berbagi kasih dengan sesama dirayakan. Di Mesir atau sebagian negara Arab, misalnya, meski sebagian ulama melarangnya, masyarakat merayakan apa yang disebut mereka sebagai iedul hubb dan syamm al-nasim itu.

Islam dan Cinta

Cerita asal muasal valentine’s day ini menarik. Bukan hanya karena ia mengenalkan kita pada satu masa yang bagi kita sekarang ini hanya bisa dibayangkan layaknya dongeng. Bukan hanya karena cerita ini seheroik dan sedramatis Romeo and Juliet. Ia juga menarik karena justru kisah itulah yang kemudian menjadi dasar dan amunisi penyikapan terhadap perayaan Valentine.
Sebagian kalangan Islam dengan tegas mengharamkan umatnya turut merayakan Hari Kasih Sayang itu, karena merayakannya berarti mengamini ajaran Romawi Kuno, sekaligus ajaran Kristen. Merayakannya berarti mengiyakan akidah lain di luar Islam.

Bagi mereka, valentine’s day adalah simbol kekristenan. Dan simbol merepresentasikan substansi. Karena itu merayakannya berarti merayakan kekristenan. Di samping menganggap bahwa valentine’s day adalah bid’ah yang tidak ada dasar legitimasinya dalam Islam, argumen pengharaman ini terutama mendasarkan pada hadis riwayat Attirmidzi: “Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut.” Bagi sebagian ulama lain, hadis larangan meniru atau tasyabbuh ini adalah hadis yang menjustifikasi larangan taqlid (meniru sesuatu tanpa tahu esensinya). Sangat tidak produktif jika kita memakai hadis ini untuk melarang segala hal yang dating dari luar. Padahal juga, Nabi menyuruh kita untuk “mencari ilmu sampai ke China”, yang notabene bukan negara Islam. Bukankah dengan demikian Nabi menyuruh kita untuk “meniru” orang China?

Mereka lupa, Islam tidak lahir di ruang kosong. Islam tidak berawal dari titik nol. Di samping melahirkan orisinalitas dan otentisitasnya sendiri, Islam juga merebut simbol-simbol yang sudah ada sebelumnya, lalu mengisinya dengan esensi Islam, untuk tidak mengatakan “mengislamisasi” simbol-simbol itu.

Mereka lupa bahwa Islam merebut Ka’bah yang tadinya adalah simbol pemujaan berhala. Mereka lupa bahwa menara masjid berasal dari manarah (tempat menyalakan api), simbol pemujaan kaum Majusi. Mereka lupa bahwa sebelum Islam datang, puasa adalah tradisi kekristenan.

Mereka juga lupa bahwa Islam simbolik dan formalis seperti itulah yang justru membuah Muhammad Abduh dengan terpaksa harus berkata: “Saya menemukan Islam di Paris, meski tidak ada orang Islam di sana. Dan saya tidak menemukan Islam di Mesir, meski banyak orang Islam di sini.”

Lebih jauh dari itu, mereka lupa bahwa prinsip cinta, kasih dan sayang (rahman dan rahim) yang menjadi semangat valentine’s day, juga adalah prinsip Islam yang harus selalu diprioritaskan, ketimbang prinsip kebencian dan permusuhan.

Islam sendiri adalah agama kasih dan menjunjung cinta pada sesama. Dalam Islam cinta demikian dihargai dan menempati posisi sangat terhormat, kudus dan sakral.
Islam memandang cinta kasih sebagai rahmat. Maka seorang mukmin tidak dianggap beriman sebelum dia berhasil mencintai sesamanya laksana dia mencintai dirinya sendiri (HR. Muslim). Bahkan, “sebaik-baik manusia adalah yang paling berguna buat kehidupan sesamanya”, dan cinta sering kali menjadikan seorang mukmin lebih mendahulukan saudaranya daripada dirinya sendiri, sekalipun mereka berada dalam kesusahan (Al-Hasyr:9).

Di mata Islam, mencinta dan dicinta itu adalah “risalah” suci yang harus ditumbuhsuburkan dalam dada setiap pemeluknya. Dalam konteks ini, tidak ada salahnya merayakan valentine’s day.

Fakta bahwa valentine’s day identik dengan hura-hura dan pergaulan bebas, itu adalah soal lain yang merupakan konstruksi sosial belakangan, yang bagi sebagian kalangan justru mengaburkan esensi sesungguhnya. Ia sama sekali tidak bisa menjadi alasan pengharaman. Justru jika kita mampu menangkap semangat asali valentine’s day, cinta kasih antar sesama, wajib bagi kita untuk menggunakan momentum ini menjadi bagian dari misi sosial Islam.

Rasanya, Islam akan lebih berharga jika semangat mencintai dan berbagi ditebarkan, sementara semangat membenci dan memusuhi dimusnahkan. Rasanya, kemajuan peradaban Islam justru terjadi ketika Islam menjadi korpus terbuka yang siap berkompromi dengan kebaruan. Rasanya, Islam akan mampu mewujudkan misi rahmatan lil’alamin jika setiap umatnya menjadi bagian dari laskar cinta ala Ahmad Dhani:

Wahai, jiwa-jiwa yang tenang/Berhati-hati lah dirimu/Kepada hati hati yang penuh dengan/Kebencian yang dalam.
Karena, sesungguhnya iblis/ada dan bersemayam/Di hati yang penuh dengan benci/di hati yang penuh dengan prasangka.
Laskar Cinta/Sebarkanlah benih-benih cinta/Musnahkanlah virus-virus benci/Virus yang bisa rusakkan hati/Dan busukkan hati
Laskar Cinta/Ajarkanlah ilmu tentang cinta/Karena cinta adalah hakikat/Dan jalan yang terang bari semua umat manusia
Jika kebencian meracunimu kepada/kaum umat yang lainnya/Maka sesungguhnya iblis/sudah berkuasa atas dirimu
Maka jangan pernah berharap/Aku akan mengasihi menyayangi/Manusia-manusia yang penuh benci/seperti kamu.

artikel ini dimuat di uinjkt.ac.id tanggal 14 Februari 2005

Profil Lawang Sewu

Tatkala kaum wisatawan mengunjungi gedung Lawang-Sewu kalimat yang terlontar tak lain adalah “aneh, tapi mengesankan!”. Gedung Lawang Sewu - merupakan salah satu gedung kuno peninggalan sejarah - yang kini menjadi objek wisata andalan ibu kota Provinsi Jawa Tengah. Berdiri kokoh dan angker tepat di kawasan Tugu Muda pusat Kota Semarang, Lawang Sewu selama beberapa tahun terakhir ini memang memunculkan banyak pro-kontra, khususnya menyangkut aspek kegunaannya. Meskipun gedung tersebut saat ini lebih banyak dipakai untuk kantor PT Kereta Api dan pernah pula dipakai sebagai kantor Dinas Perhubungan serta kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro), toh eksotisme bangunan kuno yang disuguhkan terbukti mampu mengukuhkan Lawang Sewu sebagai kawasan wisata nomor satu.Menjelang era reformasi, di mana kekuatan pemerintahan Orde Baru masih mencengkeram kuat, gedung Lawang Sewu sempat diisukan akan dibeli keluarga Cendana dan bakal disulap menjadi hotel berbintang lima. Kalau saja era reformasi gagal digelindingkan, sudah barang tentu gedung Lawang Sewu yang begitu bersejarah sekarang telah berubah bentuk menjadi kawasan bisnis yang hanya menyenangkan kaum kapitalis.

Mengapa wisatawan belakangan ini begitu penasaran dan mempunyai keinginan kuat untuk melihat Lawang Sewu dari dekat? Salah satu alasannya, konon gedung berarsitektur unik ini menyimpan kekuatan magis seribu hantu. Hal tersebut bisa dimaklumi, karena pada masa peperangan dulu, yang melibatkan Angkatan Muda Kereta Api (pemuda-pemuda Semarang) melawan bala tentara Kido Buati Jepang, gedung Lawang Sewu menjadi ajang penyiksaan dan pembantaian. Tidak jelas berapa nyawa telah melayang, tapi jumlahnya bisa dipastikan mencapai ribuan.Saking banyaknya korban yang dibantai pada waktu itu, Lawang Sewu kini juga mendapat julukan sebagai kawasan wisata horor. Menegangkan sekaligus mengasyikkan. Puluhan paranormal dari berbagai penjuru Tanah Air pun sempat menjadikan tempat ini sebagai ladang perburuan hantu. Dinamakan Lawang-Sewu karena gedung tersebut memiliki ciri khas bangunan megah ini memiliki pintu atau lawang sebanyak seribu atau sewu.Pemerintah Kota Semarang telah memasukkan Lawang Sewu sebagai salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah yang wajib dilindungi. Sesuai kaidah arsitektur morfologi bangunan sudut, Lawang Sewu yang cantik memiliki menara kembar model ghotic yang terletak di sisi kanan dan kiri pintu gerbang utama. Model bangunan gedung yang memanjang ke belakang makin mengesankan kekokohan, kebesaran, dan keindahan.Dari catatan sejarah, Lawang Sewu yang selalu dipadati wisatawan pada musim liburan tersebut, dibangun pertama kali pada tahun 1903 dan diresmikan pengunaannya pada 1 Juli 1907. Kekunoan Lawang Sewu kini tak kalah menarik dari Gereja Belenduk yang begitu fenomenal dan berdiri kokoh di kawasan Kota Lama Semarang.Selain eksotisme bangunan-bangunan kuno seperti Lawang Sewu, Gereja Belenduk, dan sajian romantisme di kawasan Kota Lama, Semarang akhir-akhir ini mulai dibanjiri wisatawan mancanegara karena keamanan dan kenyamanannya. Pekan lalu, misalnya, ratusan turis asing turun dari "hotel terapung" MS Stantendam yang berlabuh di dermaga Pelabuhan Tanjung Emas.(suarakarya)

Profil LDII

Anda ingin tahu profil lebih dekat tentang LDII sebuah aliran sesat yang mengatasnamakan Islam



Profil Imam Nurhasan Al Ubaidah Lubis Amir (1908-1982)



Nama Asli : Madekal / Muhammad Madigol
Nama Populer : Imam Haji Nurhasan Al Ubaidah Lubis Amir
Lahir : 1908, Desa Bangi, Purwosari, Kediri
Nama Ayah : H. Abdul Azis bin Thahir bin Irsyad
Pendidikan : Sekolah Rakyat (SD sekarang) sampai kelas 3

Pengalaman Pesantren : 1) Pondok Sewelo, Nganjuk (sufi)
2) Pondok Jamsaren, Sala
3) Dresmo, Surabaya (belajar silat)
4) Sampang, Madura (Kyai Al Ubaidah, Batuampar)
5) Lirboyo, Kediri
6) Tebuireng, Jombang
Anak : 1) Abdul Dzohir
2) Abdul Aziz
3) Abdul Salam
4) Muh Daud
5) Sumaidau’
6) Abdullah
7) Zubaidi Umar (dari janda Al Suntikah)

Kronologis Tahun :

1929 : Berangkat haji pertama, mengganti nama menjadi Haji Nurhasan Al Ubaidah
1933 : • Belajar hadits Bukhari dan Muslim kepada Syeikh Abu Umar Hamdan dari Maroko
• Belajar di Madrasah Darul Hadits dekat Masjidil Haram (padahal Madrasah Darul Hadits baru didirikan tahun 1956)
Info lain :
• Berangkat ke Mekah tahun 1937/1938 karena ada keributan di Madura, beliau lari ke Surabaya lalu kabur ke Mekah.
• Tiba di Mekah, disaksikan oleh H. Khoiri Ketua Rukbat Nahsyabandi (asrama pemukim di Saudi Arabia)
1941 : • Kembali ke Indonesia, membuka pengajian di Kediri
• Berdagang gedek
• Kawin dengan orang Madura, Al Suntikah
• Kawin dengan orang Sala (2 orang) dan orang Mojokerto (1 orang), hanya berganti-ganti istri sesudahnya
1951 : Mendirikan Darul Hadits/Yayasan Pondok Islam Djamaah (YPID) dengan tema pengajian “Menetapi Al Quran dan Al Hadits serta Budi Luhur”
1953 : Mendapat konsep Imamah dan Jamaah dari Jama’atul Muslimin Hizbullah, dan berbai’at kepada Imam Wali Al Fatah di Jakarta
1960 : Puncak pendalaman manqul Qur’an dan Hadits tentang konsep Bai’at, Amir, Jamaah, Taat. Ratusan jamaah di Desa Gadingmangu membai’at Nurhasan Al Ubaidah sebagai Imam/Amirul Mu’minin. Dan mencetuskan doktrin dasar :
1) Tidak mengesahkan pengajian kecuali secara manqul
2) Tidak boleh berimam kepada orang di luar jamaah
3) Tidak boleh kawin dengan orang di luar jamaah
4) Hanya anggota Islam Jamaah yang diakui masuk surga, sedangkan yang lainnya masuk neraka
5) Orang di luar Islam Jamaah dianggap najis
6) Amir boleh punya empat istri, wakil amir tiga istri, amir daerah dua istri
7) Mengadakan akad nikah sendiri (tidak lewat KUA)
8) Anggota Islam Jamaah dilarang berpoligami
1968 : Larangan faham Darul Hadits oleh Kopkamtib dan Pakem Kejati
1969 : Larangan faham Darul Hadits oleh Kejati Sulawesi Tenggara dan Laksus Kopkamtibda Sumsel
1971 : • Larangan faham Darul Hadits oleh Jaksa Agung RI (SK Jaksa Agung RI No. Kep-089/D.A/10/1971 tanggal 29 Oktober 1971) di seluruh Indonesia
• Sekber Golkar mendukung Darul Hadits dengan membantu dan membina pondok-pondok Al Jamaah No. KEP.-2707/BAPILU/SBK/1971
• Darul Hadits menyatakan mendukung Golkar
• Setelah Pemilu 1971, Nurhasan membawa kabur 2 anggota jamaah perempuan asal Malang (Sumiati dan adiknya) yang mondok di Gading Mangu Perak
1972 : • Akibat kasus pelarian 1971, Nurhasan digerebek di Garut oleh CPM dan diseret ke Malang untuk interogasi, saat pemeriksaan Nurhasan menjadi lumpuh tidak bisa berbicara akhirnya dipulangkan ke keluarganya
• Lemkari (Lembaga Karyawan Islam) didirikan tanggal 13 Januari 1972 sebagai pengganti Darul Hadits di Pondok Pesantren Al Jamaah Burengan Kediri dengan nama Yayasan Lembaga Karyawan Islam Keluarga Besar Golongan Karya
1974-1979 : • Nurhasan dan keluarga yang berjumlah 9 orang bermukim di Tanah Suci Mekkah untuk berobat karena lumpuh namun tidak kunjung sembuh
• Drs. H. Nurhasyim tokoh penting Islam Jamaah meninggal dunia tahun 1974
1979 : • Lemkari mengeluarkan SK No. 199/F.1/IX/1979 sebagai sarana budi luhur yang menjelaskan bahwa Lemkari bukan Islam Jamaah dan bukan Darul Hadits bahkan melarang warganya menyebarkan faham Islam Jamaah
• Pada Bulan Mei 1979, Nurhasan unjuk keahlian menginjak-injak kaca dan paku-paku besar tanpa alas kaki di rumahnya di Rawagabus, Karawang
1981 : Lemkari 1972 menjadi Lembaga Karyawan Dakwah Islam
1982 : • Sabtu sore, 13 Maret 1982 Nurhasan dan keluarga (Abdul Aziz (anak), Fatimah (istri), Yusuf (menantu)) mengalami kecelakaan lalu lintas di Pelayangan (20 km arah Cirebon), yang rencananya akan menghadiri kampanye Golkar di Jakarta. Kendaraan Mercy Tiger B 8418 EW warna merah yang ditumpangi menabrak truk Fuso. Selepas magrib Nurhasan menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Gunung Jati Cirebon
• Abdul Dhohir, putra sulung Nurhasan, dibai’at sebagai Imam didepan mendiang jenazah ayahnya. Wasiat Nurhasan sebelum meninggal.
• Senin 15 Maret 1982 dinihari pk. 03.00 jenazah Nurhasan dikuburkan
1988 : • Peletakan batu pertama markas pusat Lemkari di Kediri di atas tanah seluas 1.425 meter persegi
• 18 Nopember 1988 secara resmi mengundang wartawan membantah isu tentang Lemkari dan menyatakan Lemkari tidak dibawah naungan Golkar melainkan ormas yang mandiri
1990 : Lemkari berubah nama menjadi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) berdasarkan hasil Kongres
1992 : Mendagri Rudini meresmikan markas pusat LDII di Burengan Banjaran Kediri. Gedung Serbaguna “Wali Barokah” yang bernilai Rp 1,5 milyar

Anatomi aliran sesat

Perjuangan selalu mendapat dua tantangan. Tekanan dari luar dan duri dalam daging. Ada banyak pola yang mencoba untuk meruntuhkan bangunan Islam, termasuk aliran-aliran sesat yang mengeruhkan sejarah gemilang.

Aliran sesat tampak makin marak, bahkan mengalami euforia (mabuk kebebasan) di masa Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang menduduki jabatan sejak Oktober 1999 sampai 23 Juli 2001. Dari ruwatan kemusyrikan sampai JIL (Jaringan Islam Liberal) yang tak mengakui hukum Tuhan muncul secara resmi. Hingga ada tokoh aliran sesat yang keceplosan, "Mumpung presidennya Gus Dur." Orang mulai bingung. Lantas terbit buku Aliran dan Paham Sesat di Indonesia, 2002, terbelalaklah masyarakat. Ada yang simpati, tapi ada yang gerah.

Dari pihak sesat pun berkelit bahwa yang berhak menentukan sesat itu hanyalah Tuhan. Si sesat masih berteriak pula bahwa yang mengorek kesesatan itu pemecah belah. Kita harus menyadari bahwa yang menyatukan hati itu adalah Allah, bukan kita (lihat QS 2: 62-63).

Adanya persatuan itupun hanya kalau berada pada ketaatan kepada Alllah dan Rasul-Nya. Bila tidak, maka akan bercerai berai. Dalam hadits ditegaskan:

Nu'man bin Basyir berkata, Rasulullah saw menghadapkan wajahnya kepada para manusia, lalu bersabda: Tegakkanlah shaf-shaf (barisan shalat) kalian (diucapkan) tiga kali. Wallahi, kamu sekalian mau menegakkan shaf-shafmu atau (kalau kalian tidak mau) maka Allah pasti akan mencerai beraikan di antara hati-hati kalian." Nu'man berkata, maka aku lihat seorang lelaki melekatkan pundaknya dengan pundak temannya (dalam shaf shalat), dengkulnya dengan dengkul temannya, dan mata kakinya dengan mata kaki temannya" (HR Abu Dawud dan Ahmad).


Pengertian sesat

Sesat atau kesesatan itu bahasa Arabnya dhalal. Yaitu setiap yang menyimpang dari jalan yang dituju (yang benar) dan setiap yang berjalan bukan pada jalan yang benar, itulah kesesatan. Dalam al-Qur'an disebutkan, setiap yang di luar kebenaran itu adalah sesat (lihat QS Yunus: 32). Kebenaran hanya datang dari Allah.

Pertanyaannya kini, kebenaran dari Allah itu adanya di al-Qur'an dan as-Sunnah, namun cara pemahamannya/penafsirannya model apa? Pertanyaan itu sudah ada jawabannya, dalam hadits tentang 73 golongan, riwayat At-Tirmidzi. "Siapakah dia (golongan yang satu-yang selamat dari neraka-itu) wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "(Mereka yang mengikuti apa) yang aku dan sahabatku berada di atasnya."

Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan, penulis Lamhah 'anil firaq adh-dhaallah, Membongkar Firqah-Firqah Sesat, berkomentar. Ketika Rasulullah ditanya tentang siapakah satu yang selamat itu, beliau menjawab, "Mereka adalah orang-orang yang menempuh jalan seperti yang aku dan sahabatku tempuh." Maka barangsiapa yang tetap di atas jalan yang ditempuh Rasul saw dan para sahabatnya, maka dia termasuk yang selamat dari neraka. Dan barangsiapa yang menyelisihi dari hal tersebut sesungguhnya dia diancam dengan neraka sesuai dengan kadar jauhnya.


Dalam praktik, kesesatan itu tidak dianggap sesat walaupun dilaksanakan ramai-ramai. Di antara contohnya adalah kelompok yang tidak langsung dikenali sebagai kelompok sesat, misalnya:

Komunitas Penimbrung Qur'an Sunnah

Golongan yang satu ini tidak mau disebut kelompok agama, tak mau pula disebut sekuler. Tapi mereka menolak semua yang datang dari al-Qur'an dan as-Sunnah. Kelompok ini muncul menjelang pertengahan abad 20 dengan membatasi bahwa al-Qur'an dan as-Sunnah tidak bisa diberlakukan di wilayah mereka, karena beralasan bahwa di tempat mereka bukanlah wilayah al-Qur'an dan as-Sunnah. Mereka punya aturan-aturan tertentu yang kadang masuk ke wilayah yang diatur al-Qur'an dan as-Sunnah dengan "membantu" pelaksanaan praktisnya, dalam hal yang menguntungkan mereka. Misalnya tentang pelaksanaan ibadah haji. Di sisi itulah al-Qur'an dan as-Sunnah mereka terima, bahkan hampir mereka monopoli.


Lain lagi dengan kelompok yang secara nama adalah Islamis, namun justru sesat menyesatkan. Misalnya:

NII KW IX

NII (Negara Islam Indonesia) asalnya DI (Darul Islam, diproklamasikan Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo, 7 Agustus 1949 di Cisayong Tasikmalaya Jawa Barat). Kemudian nama NII itu berupa penjelasan singkat tentang proklamasi. Pada tahun 1980-an ketika diadakan musyawarah tiga wilayah besar (Jawa Barat, Sulawesi, dan Aceh) di Tangerang Jawa Barat, diputuskan bahwa Adah Djaelani Tirtapradja diangkat menjadi Imam NII. Lalu ada pemekaran wilayah NII yang tadinya 7 menjadi 9, penambahannya itu KW VIII (Komandemen Wilayah VIII) Priangan Barat (mencakup Bogor, Sukabumi, Cianjur), dan KW IX Jakarta Raya (Jakarta, Tangerang, Bekasi).


Pada dekade 1990-an KW IX dijadikan sebagai Ummul Quro (ibukota negara) bagi NII, menggantikan Tasikmalaya, atas keputusan Adah Djaelani. Karena pentingnya menguasai ibukota sebagai pusat pemerintahan, maka dibukalah program negara secara lebih luas, dan puncaknya ketika pemerintahan dipegang Abu Toto Syekh Panjigumilang (yang juga Syekh Ma'had Al-Zaitun, Desa Gantar, Indramayu, Jawa Barat) menggantikan Adah Djaelani sejak tahun 1992.

Penyelewengannya terjadi ketika pucuk pimpinan NII dipegang Abu Toto. Ia mengubah beberapa ketetapan-ketetapan Komandemen yang termuat dalam kitab PDB (Pedoman Dharma Bakti) seperti menggantikan makna fai' dan ghanimah yang tadinya bermakna harta rampasan dari musuh ketika terjadi peperangan (fisik), tetapi oleh Abu Toto diartikan sama saja, baik perang fisik maupun tidak. Artinya, harta orang selain NII boleh dirampas dan dianggap halal. Pemahaman ini tidak dicetuskan dalam bentuk ketetapan syura (musyawarah KW IX) dan juga tidak secara tertulis, namun didoktrinkan kepada jamaahnya. Sehingga jamaahnya banyak yang mencuri, merampok, dan menipu, namun menganggapnya sebagai ibadah, karena sudah diinstruksikan oleh 'negara'.

Dalam hal shalat, dalam Kitab Undang-undang Dasar NII diwajibkan shalat fardhu 5 waktu, namun perkembangannya, dengan pemahaman teori kondisi perang, maka shalat bisa dirapel. Artinya, dari mulai shalat zuhur sampai dengan shalat subuh dilakukan dalam satu waktu, masing-masing hanya satu rakaat. Ini doktrin Abu Toto dari tahun 2000-an.

Mengenai puasa, mereka mengamalkan hadits tentang mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka dengan cara, sudah terbit matahari pun masih boleh sahur, sedang jam 5 sore sudah boleh berbuka. Alasannya dalil hadits tersebut.

Gerakan ini mencari mangsa dengan jalan setiap jamaah diwajibkan mencari satu orang tiap harinya untuk dibawa tilawah. Lalu diarahkan agar hijrah dan berbaiat sebagai anggota NII. Karena dengan baiat maka seseorang terhapus dari dosa masa lalu, tersucikan diri, dan menjadi ahli surga. Untuk itu peserta ini harus mengeluarkan shadaqah hijrah yang besarnya tergantung dosa yang dilakukan. Anggota NII di Jakarta saja, saat ini diperkirakan 120.000 orang yang aktif.

LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia)

Pendiri dan pemimpin tertinggi pertama gerakan ini adalah Madigol Nurhasan Ubaidah Lubis bin Abdul bin Thahir bin Irsyad. Lahir pada tahun 1915 di Desa Bangi, Kec. Purwoasri, Kediri, Jawa Timur. Paham yang dianut oleh LDII tidak berbeda dengan aliran Islam Jama'ah/Darul Hadits yang telah dilarang oleh Jaksa Agung Republik Indonesia pada tahun 1971. Keberadaan LDII mempunyai akar kesejarahan dengan Darul Hadits/Islam, Jama'ah yang didirikan pada tahun 1951 oleh Nurhasan Al Ubaidah Lubis (Madigol). Setelah aliran tersebut dilarang tahun 1971, kemudian berganti nama dengan Lembaga Karyawan Islam (LEMKARI) pada tahun 1972 (tanggal 13 Januari 1972. Pengikut gerakan ini pada pemilu 1971 berafiliasi dan mendukung GOLKAR).

Aliran sesat yang telah dilarang Jaksa Agung 1971 ini kemudian dibina oleh mendiang Soedjono Hoermardani dan Jenderal Ali Moertopo. LEMKARI dibekukan di seluruh Jawa Timur oleh pihak penguasa di Jawa Timur atas desakan keras MUI (Majelis Ulama Indonesia) Jatim di bawah pimpinan KH. Misbach. LEMKARI diganti nama oleh Jenderal Rudini (Mendagri), 1990/1991, menjadi LDII (Lembaga Dakwah Islamiyah Indonesia).

Penyelewengan utamanya, menganggap al-Qur'an dan as-Sunnah baru sah diamalkan kalau manqul (yang keluar dari mulut imam atau amirnya). Gerakan ini membuat syarat baru tentang sahnya keislaman seseorang. Orang yang tidak masuk golongan mereka dianggap kafir dan najis.

Modus operandi gerakan ini mengajak siapa saja ikut ke pengajian mereka secara rutin. Peserta akan diberikan ajaran tentang shalat dan sebagainya berdasarkan hadits, lalu disuntikkan doktrin-doktrin bahwa hanya Islam model manqul itulah yang sah, benar. Pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan, boleh ditebus dengan uang oleh anggota ini.


Inkar Sunnah
Orang yang tidak mempercayai hadits Nabi saw sebagai landasan Islam, maka dia sesat. Itulah kelompok Inkar Sunnah.
Ada tiga jenis kelompok Inkar Sunnah. Pertama kelompok yang menolak hadits-hadits Rasulullah saw secara keseluruhan. Kedua, kelompok yang menolak hadits-hadits yang tak disebutkan dalam al-Qur'an secara tersurat ataupun tersirat. Ketiga, kelompok yang hanya menerima hadits-hadits mutawatir (diriwayatkan oleh banyak orang setiap jenjang atau periodenya, tak mungkin mereka berdusta) dan menolak hadits-hadits ahad (tidak mencapai derajat mutawatir) walaupun shahih. Mereka beralasan dengan ayat, ".sesungguhnya persangkaan itu tidak berguna sedikitpun terhadap kebenaran" (Qs An-Najm: 28). Mereka berhujjah dengan ayat itu, tentu saja menurut penafsiran model mereka sendiri.

Inkar Sunnah di Indonesia muncul tahun 1980-an ditokohi Irham Sutarto. Kelompok Inkar Sunnah di Indonesia ini difatwakan oleh MUI (Majelis Ulama Indonesia) sebagai aliran yang sesat lagi menyesatkan, kemudian dilarang secara resmi dengan Surat Keputusan Jaksa Agung No. Kep-169/ J.A./ 1983 tertanggal 30 September 1983 yang berisi larangan terhadap aliran inkarsunnah di seluruh wilayah Republik Indonesia.

Ahmadiyah

Orang yang mengakui adanya nabi lagi sesudah Nabi Muhammad saw maka mereka sesat. Itulah kelompok Ahmadiyah yang mempercayai Mirza Ghulam Ahmad dari India sebagai nabi setelah Nabi Muhammad saw.
Gerakan Ahmadiyah didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad di India. Mirza lahir 15 Februari 1835 M. dan meninggal 26 Mei 1906 M di India.
Ahmadiyah masuk ke Indonesia tahun 1935, tapi mereka mengklaim diri telah masuk ke negeri ini sejak tahun 1925. Tahun 2000, mendiang khalifah Ahmadiyah dari London, Tahir Ahmad, bertemu dengan Presiden Abdurahman Wahid. Kini Ahmadiyah mempunyai sekitar 200 cabang, terutama Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Barat, Palembang, Bengkulu, Bali, NTB dan lain-lain. Basis-basis Ahmadiyah di Kuningan, Jawa Barat dan Lombok telah dihancurkan massa (2002/2003) karena mereka sesumbar dan mengembangkan kesesatannya.

Tipuan Ahmadiyah Qadyan, mereka mengaku bahwa Mirza Ghulam Ahmad itu nabi namun tidak membawa syariat baru. Tipuan mereka itu dusta, karena mereka sendiri mengharamkan wanitanya nikah dengan selain orang Ahmadiyah. Sedangkan Nabi Muhammad saw tidak pernah mensyariatkan seperti itu, jadi itu syari'at baru mereka. Sedangkan Ahmadiyah Lahore yang di Indonesia berpusat di Jogjakarta mengatakan, Mirza Ghulam Ahmad itu bukan nabi tetapi Mujaddid. Tipuan mereka ini dusta pula, karena mereka telah mengangkat pembohong besar yang mengaku mendapatkan wahyu dari Allah, dianggap sebagai mujaddid.


Salamullah

Agama Salamullah adalah agama baru yang menghimpun semua agama, didirikan oleh Lia Aminuddin, di Jakarta. Dia mengaku sebagai Imam Mahdi yang mempercayai reinkarnasi. Lia mengaku sebagai jelmaan roh Maryam, sedang anaknya, Ahmad Mukti yang kini hilang, mengaku sebagai jelmaan roh Nabi Isa as. Dan imam besar agama Salamullah ini Abdul Rahman, seorang mahasiswa alumni UIN Jakarta, yang dipercaya sebagai jelmaan roh Nabi Muhammad saw.

Ajaran Lia Aminuddin yang profesi awalnya perangkai bunga kering ini difatwakan MUI pada 22 Desember 1997 sebagai ajaran yang sesat dan menyesatkan. Pada tahun 2003, Lia Aminuddin mengaku mendapat wahyu berupa pernikahannya dengan pendampingnya yang dia sebut Jibril. Karena itu, Lia Aminuddin diubah namanya menjadi Lia Eden sebagai lambang surga, menurut kitabnya yang berjudul Ruhul Kudus. Pengikutnya makin menyusut, kini tinggal 70-an orang, maka ada "wahyu-wahyu" yang menghibur atas larinya orang dari Lia.

Isa Bugis

Orang yang memaknakan al-Qur'an semaunya, tidak sesuai dengan petunjuk Rasulullah saw, maka mereka sesat. Itulah kelompok Isa Bugis. Contohnya, mereka memaknakan al-fiil yang artinya gajah menjadi meriam atau tank baja. Alasannya di Yaman saat zaman Nabi tidak ada rumput maka tak mungkin ada gajah. Kelompok ini tidak percaya mukjizat, dan menganggap mukjizat tak ubahnya seperti dongeng lampu Aladin. Nabi Ibrahim menyembelih Ismail itu dianggapnya dongeng belaka. Kelompok ini mengatakan, tafsir al-Qur'an yang ada sekarang harus dimuseumkan, karena salah semua. Al-Qur'an bukan Bahasa Arab, maka untuk memahami al-Qur'an tak perlu belajar Bahasa Arab. Lembaga Pembaru Isa Bugis adalah Nur, sedang yang lain adalah zhulumat, maka sesat dan kafir. Itulah ajaran sesat Isa Bugis.

Tahun 1980-an mereka bersarang di salah satu perguruan tinggi di Rawamangun, Jakarta. Sampai kini masih ada bekas-bekasnya, dan penulis pernah berbantah dengan kelompok ini pada tahun 2002. Tampaknya, mereka masih dalam pendiriannya, walau tak mengaku berpaham Isa Bugis.


Baha'i

Kelompok ini adalah kelompok yang menggabung-gabungkan Islam dengan Yahudi, Nasrani dan lainnya. Itulah kelompok Baha'i. Menghilangkan setiap ikatan agama Islam, menganggap syariat Islam telah kadaluarsa. Persamaan antara manusia meskipun berlainan jenis, warna kulit dan agama. Inilah inti ajaran Baha'i. Menolak ketentuan-ketentuan Islam. Menolak Poligami kecuali dengan alasan dan tidak boleh dari dua istri. Mereka melarang talaq dan menghapus 'iddah (masa tunggu). Janda boleh langsung kawin lagi, tanpa 'iddah. Ka'bah bukanlah kiblat yang mereka akui. Kiblat mereka adalah dimana Tuhan menyatu dalam diri Bahaullah (pemimpin mereka).


Pluralisme Agama, JIL (Jaringan Islam Liberal)

Orang yang menyamakan semua Agama, hingga Islam disamakan dengan Yahudi, Nasrani, dan agama-agama kemusyrikan, mereka juga sesat dan menyesatkan. Itulah kelompok yang berpaham pluralisme agama, yang sejak Maret 2001 menamakan diri sebagai JIL (Jaringan Islam Liberal) yang dikoordinir oleh Ulil Abshar Abdalla. Ulil tidak mengakui adanya hukum Tuhan, hingga syariat mu'amalah (pergaulan antar manusia). Perintah syari'at jilbab, qishash, hudud, potong tangan bagi pencuri dan sebagainya itu tidak perlu diikuti. Bahkan larangan nikah antara Muslim dengan non Muslim dianggap tidak berlaku lagi, karena ayat larangannya dianggap tidak jelas. Vodca (minuman keras beralkohol lebih dari 16%) pun menurut Ulil bisa jadi di Rusia halal, karena udaranya dingin sekali.

Pemahaman "kembali kepada al-Qur'an dan as-Sunnah/al-Hadits" seperti yang dipahami umat Islam sekarang ini menurut Ulil, salah, karena menjadikan penyembahan terhadap teks. Maka harus dipahami bahwa al-Qur'an yang sekarang baru separuhnya, sedang separuhnya lagi adalah pengalaman manusia.

Lembaga Kerasulan

Kelompok ini mengibaratkan Rasul bagai menteri, sedang kerasulan adalah sebuah departemen. Lalu Rasul boleh wafat sebagaimana menteri boleh mati, namun kerasulan atau departemen tetap ada. Diangkatlah rasul baru sebagaimana diangkat pula menteri baru. Karena Nabi Muhammad saw adalah rasul terakhir. Yang berpaham Rasul tetap diangkat sampai hari kiyamat itulah kelompok Lembaga Kerasulan.

Masih banyak sebenarnya lembaga dan gerakan aliran sesat yang berkembang di Indonesia. Ada yang bergerak secara kelompok, tapi ada pula yang bersifat pemikiran individu, seperti Harun Nasution dan Ahmad Wahib. Kedua tokoh ini nyaris sama. Harun Nasution mengatakan bahwa semua agama pada dasarnya adalah sama. Sedangkan Ahmad Wahib yang pernah menerbitkan buku Pergolakan Pemikiran Islam pernah membuat statemen yang mengagetkan dalam bukunya, "Seandainya Muhammad tidak ada, wahyu dari Allah (al-Qur'an) dengan tegas aku berkata bahwa Karl Marx dan Frederick Engels lebih hebat dari utusan Tuhan itu. Otak kedua orang itu yang luar biasa dan pengabdiannya yang luar biasa akan meyakinkan setiap orang bahwa kedua orang besar itu adalah penghuni surga tingkat pertama berkumpul dengan para Nabi dan Syuhada."

Begitu banyak tantangan untuk umat Islam. Ada tekanan yang datang dari luar, ada pula pengkhianatan dan kesesatan yang muncul dari dalam. Dengan berpikir jernih dan bersandar pada hukum-hukum Allah, semoga umat ini selalu mendapat lindungan-Nya. Wallahu a'lam bisshawab.

Pelecehan Rasul Di Nigeria

Siswa-siswa sekolah menengah pertama di Sumaila, 76 kilometer ke selatan dari ibukota Nigeria, Kano mengamuk setelah seorang siswa beragama Kristen yang sudah dua minggu ini diskors kembali masuk sekolah. Amuk siswa itu berubah menjadi kerusuhan yang menimbulkan korban jiwa.

Yang membuat para siswa marah, karena siswa beragama Kristen itu telah melakukan tindakan yang melecehkan Nabi Muhammad Saw. Siswa itu membuat karikatur Nabi Muhammad Saw dan menempelkannya di dinding sekolah. Meski akibat perbuatannya siswa tersebut sudah diskors selama dua minggu, namun para siswa lainnya tidak mau menerima kedatangan siswa pembuat karikatur itu kembali ke sekolah mereka. Jadilah mereka menumpahkan kemarahan yang menjalar menjadi insiden kerusuhan.

"Dua orang dan seorang inspektur polisi tewas dalam kerusuhan tersebut. Sementara sebuah pos polisi dan segala sesuatu yang berada di dalam pos polisi termasuk amunisi, dibakar oleh para perusuh, " ujar Kepala Polisi Kota Kano, Aminu Yesufu.

Selain tiga korban tewas, 20 orang lainnya, masih menurut keterangan Yesufu, mengalami luka serius termasuk seorang anggota polisi yang mengalami luka tusuk benda tajam di kepalanya.

Lebih lanjut Yesufu mengatakan, kepolisian telah menangkap 25 orang perusuh dan akan melakukan investigasi atas insiden ini.

"Para siswa mulai meneriakkan Allahu Akbar ketika siswa beragama Kristen itu kembali ke sekolah, mereka mengejar siswa itu untuk menghukum mati siswa tersebut, " tutur Sadiq Haruna, salah seorang guru sekolah.

Ia melanjutkan, "Siswa itu lari dan menyelamatkan diri ke sebuah pos polisi, tapi ratusan siswa Muslim yang marah menyerang dan mulai membakar ketika polisi menolak menyerahkan siswa tersebut." Sampai saat ini, belum diketahui, di mana keberadaan siswa Kristiani itu.

Insiden kerusuhan kemarin, merupakan insiden kerusuhan kedua di Nigeria, yang disebabkan oleh kasus penghinaan terhadap Nabi Muhammad Saw kemarin. Pada hari Kamis pekan sebelumnya, polisi menembak satu orang perusuh di kota Yana, negara bagian Bauchi. Kerusuhan dipicu oleh dugaan penghinaan Rasulullah oleh seorang perempuan Kristen

Menurut kepala kepolisian Bauchi, Adnan Tolman Gaya, polisi Yana melepaskan tembakan ke arah kerumuman massa untuk membubarkan massa yang sudah marah dan menyerukan agar perempuan yang melecehkan Rasulullah dihukum mati. Massa akhirnya juga membakar pos polisi Yana, karena tidak mau menyerahkan perempuan yang bersangkutan, yang bersembunyi di pos polisi itu. Perempuan yang dituduh melecehkan Nabi Muhammad Saw itu berhasil meloloskan diri tanpa terluka, ketika pos polisi dibakar.

Karena ada seorang pemuda Muslim yang tewas ditembak polisi dalam insiden tersebut, kerusuhan meluas. Perusuh menjarah rumah-rumah milik polisi dan toko-toko milik warga Kristen.Dalam peristiwa ini, polisi menangkap 44 orang.

Ketegangan antara warga Kristen dan Muslim, yang terkadang meluas menjadi aksi-aksi kekerasan, tergolong tinggi di Nigeria. Pada Februari 2006, terjadi kerusuhan serupa selama dua hari di sebelah tenggara kota Onitsha. Kerusuhan yang dipicu dari aksi protes terhadap kartun Nabi Muhammad Saw di Denmark itu menelan korban jiwa sebanyak 50 orang. (ln/aljz/eramuslim)

http://www.presstv.ir/detail.aspx?id=42424§ionid=351020505

image

image

Disadur dari www.swaramuslim.com

Siswa-siswa sekolah menengah pertama di Sumaila, 76 kilometer ke selatan dari ibukota Nigeria, Kano mengamuk setelah seorang siswa beragama Kristen yang sudah dua minggu ini diskors kembali masuk sekolah. Amuk siswa itu berubah menjadi kerusuhan yang menimbulkan korban jiwa.

Yang membuat para siswa marah, karena siswa beragama Kristen itu telah melakukan tindakan yang melecehkan Nabi Muhammad Saw. Siswa itu membuat karikatur Nabi Muhammad Saw dan menempelkannya di dinding sekolah. Meski akibat perbuatannya siswa tersebut sudah diskors selama dua minggu, namun para siswa lainnya tidak mau menerima kedatangan siswa pembuat karikatur itu kembali ke sekolah mereka. Jadilah mereka menumpahkan kemarahan yang menjalar menjadi insiden kerusuhan.

"Dua orang dan seorang inspektur polisi tewas dalam kerusuhan tersebut. Sementara sebuah pos polisi dan segala sesuatu yang berada di dalam pos polisi termasuk amunisi, dibakar oleh para perusuh, " ujar Kepala Polisi Kota Kano, Aminu Yesufu.

Selain tiga korban tewas, 20 orang lainnya, masih menurut keterangan Yesufu, mengalami luka serius termasuk seorang anggota polisi yang mengalami luka tusuk benda tajam di kepalanya.

Lebih lanjut Yesufu mengatakan, kepolisian telah menangkap 25 orang perusuh dan akan melakukan investigasi atas insiden ini.

"Para siswa mulai meneriakkan Allahu Akbar ketika siswa beragama Kristen itu kembali ke sekolah, mereka mengejar siswa itu untuk menghukum mati siswa tersebut, " tutur Sadiq Haruna, salah seorang guru sekolah.

Ia melanjutkan, "Siswa itu lari dan menyelamatkan diri ke sebuah pos polisi, tapi ratusan siswa Muslim yang marah menyerang dan mulai membakar ketika polisi menolak menyerahkan siswa tersebut." Sampai saat ini, belum diketahui, di mana keberadaan siswa Kristiani itu.

Insiden kerusuhan kemarin, merupakan insiden kerusuhan kedua di Nigeria, yang disebabkan oleh kasus penghinaan terhadap Nabi Muhammad Saw kemarin. Pada hari Kamis pekan sebelumnya, polisi menembak satu orang perusuh di kota Yana, negara bagian Bauchi. Kerusuhan dipicu oleh dugaan penghinaan Rasulullah oleh seorang perempuan Kristen

Menurut kepala kepolisian Bauchi, Adnan Tolman Gaya, polisi Yana melepaskan tembakan ke arah kerumuman massa untuk membubarkan massa yang sudah marah dan menyerukan agar perempuan yang melecehkan Rasulullah dihukum mati. Massa akhirnya juga membakar pos polisi Yana, karena tidak mau menyerahkan perempuan yang bersangkutan, yang bersembunyi di pos polisi itu. Perempuan yang dituduh melecehkan Nabi Muhammad Saw itu berhasil meloloskan diri tanpa terluka, ketika pos polisi dibakar.

Karena ada seorang pemuda Muslim yang tewas ditembak polisi dalam insiden tersebut, kerusuhan meluas. Perusuh menjarah rumah-rumah milik polisi dan toko-toko milik warga Kristen.Dalam peristiwa ini, polisi menangkap 44 orang.

Ketegangan antara warga Kristen dan Muslim, yang terkadang meluas menjadi aksi-aksi kekerasan, tergolong tinggi di Nigeria. Pada Februari 2006, terjadi kerusuhan serupa selama dua hari di sebelah tenggara kota Onitsha. Kerusuhan yang dipicu dari aksi protes terhadap kartun Nabi Muhammad Saw di Denmark itu menelan korban jiwa sebanyak 50 orang. (ln/aljz/eramuslim)

http://www.presstv.ir/detail.aspx?id=42424§ionid=351020505

image

image

Pudarnya Pesona Cleopatra

Ini say kemarin habis share-share eh akhirnya dapat juga blog yang dah ngeresensi nih buku pokoknya kalo dah baca buku ini anda akan tergoda untuk memebeli.....


PUDARNYA PESONA CLEOPATRA
Filed under: Pembelajar

Masih seperti Ayat-ayat Cinta, Kang Abik (Habiburrahman El Shirazi) menghadirkan aura Mesir dalam novel Pudarnya Pesona Cleopatra. Hafalan Alquran, kuliah di Al-Azhar, kisah cinta karena Allah, da’wah seperti menjadi ciri khas yang tak pernah lepas dari novel Kang Abik, termasuk dalam novel Pudarnya Pesona Cleopatra ini.

Jujur saja, aku bukan tipikal pembaca novel yang sabar menikmati paragraf demi paragraf hingga mencapai akhir cerita. Aku lebih tertarik membaca awal dan akhir cerita tanpa mempedulikan klimaks cerita. Hanya Kang Abik yang membuatku menjadi seorang penyabar. Pudarnya Pesona Cleopatra dan Ayat-Ayat Cinta saja yang tahan kubaca paragraph demi paragraph. Seperti ada gravitasi yang menarikku dan menenggelamkanku dalam tulisannya. Tanganku tak bisa lepas dari lembaran-lembaran novel Kang Abik hingga aku sampai di akhir cerita.

Memang luar biasa novel Pudarnya Pesona Cleopatra ini. Walaupun banyak orang yang berpendapat Ayat-Ayat Cinta jauh lebih ‘hidup’, aku tetap terkesan dengan novel yang satu ini. Kesederhanaan alur cerita tidak membuat pesan moral novel ini pudar.

Setelah membaca novel ini yang terbersit di benakku adalah sebuah kalimat : Allah Maha membolak-balikkan hati…

Pria tokoh utama dalam novel ini begitu tergila-gila dengan kecantikan gadis Mesir dan tidak mencintai Raihana istrinya. Padahal Raihana adalah wanita yang super shalihah dan hanya ada satu hal yang tak ingin terjadi pada dirinya: diceraikan oleh suaminya. Meskipun suaminya memperlakukan Raihana dengan buruk, Raihana tetap setia. Dengan kekuatan doa Raihana dalam setiap tahajudnya, suaminya akhirnya berubah 1800. Dia benar-benar jatuh cinta pada Raihana dan membenci kecantikan gadis-gadis Mesir. Sayangnya, cinta terlambat dan tak kan pernah terbalas. Raihana meninggal sebelum suaminya mengungkapkan cintanya dan menebus segala ‘kezalimannya’ pada Raihana.

Aku benar-benar tersadarkan akan KeMahaKuasan Allah SWT. Dia benar-benar menggengam hati-hati kita. Mudah bagi Allah untuk mengubah kebencian menjadi cinta dan mengubah cinta menjadi kebencian.

Saudara kita yang saat ini bergelimang maksiat bisa jadi suatu saat menjadi orang yang sangat taat. Bisa jadi orang yang sekarang kita anggap taat esok menjadi ahli maksiat, jika Allah berkehendak. Putaran waktu akan memperlihatkan pada kita kebenaran pernyataan di atas.

Aku sendiri melihat fenomena ini terjadi pada saudara-saudaraku. Ada seorang akhawat yang melejit secepat kilat. Dulu beliau adik mentorku yang lucu, belum berjilbab dan polos. Sekarang beliau berjilbab rapi, sudah punya adik mentor, hafalannya jauh lebih banyak, amalan hariannya lebih berkualitas, menjadi tokoh mahasiswa di kampus, prestasi akademiknya luar biasa, sudah punya maisyah. Di sisi yang lain aku melihat beberapa akhawat yang sudah duluan berjilbab dari beliau malah mengalami kemunduran (terlalu menyedihkan untuk disebutkan :( )

Ada sebuah doa yang sangat indah yang dapat mengokohkan kita dalam ketaatan:
Ya Muqallibal qulub, Tsabbit qalbi ‘alaa tha’atik
Ya Muqallibal qulub, Tsabbit qalbi ‘alaa dinik
Wahai Yang membolak-balikkan hati, palingkanlah hati ini pada ketaatan padaMU
Wahai Yang membolak-balikkan hati, palingkanlah hati ini pada DinMU

Karena Allah yang menggenggam hati kita, pada Allahlah kita meminta agar hati kita menjadi taat….

 
Copyright  © 2007 | Design by uniQue             Powered by    Login to Blogger