Kliksaya

Showing posts with label Save Our Palestina. Show all posts
Showing posts with label Save Our Palestina. Show all posts

Written by Izhar
Tuesday, 19 February 2008
1. Seperti Keledai

بِآيَاتِ اللَّهِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْم الظَّالِمِينَ (الجمعة5)



5. Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat, kemudian mereka tiada memikulnya[1474] adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.



قُلْ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ هَادُوا إِنْ زَعَمْتُمْ أَنَّكُمْ أَوْلِيَاءُ لِلَّهِ مِنْ دُونِ النَّاسِ فَتَمَنَّوْا الْمَوْتَ إِنْ كُنتُمْ صَادِقِينَ

(الجمعة6)

6. Katakanlah: "Hai orang-orang yang menganut agama Yahudi, jika kamu mendakwakan bahwa sesungguhnya kamu sajalah kekasih Allah bukan manusia-manusia yang lain, maka harapkanlah kematianmu, jika kamu adalah orang-orang yang benar."


وَلَا يَتَمَنَّوْنَهُ أَبَدًا بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِالظَّالِمِينَ (الجمعة7)



7. Mereka tiada akan mengharapkan kematian itu selama-lamanya disebabkan kejahatan yang telah mereka perbuat dengan tangan mereka sendiri. Dan Allah Maha Mengetahui akan orang-orang yang zalim.]



2. Merubah ayat-ayat Allah.

مِنْ الَّذِينَ هَادُوا يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَنْ مَوَاضِعِهِ وَيَقُولُونَ سَمِعْنَا وَعَصَيْنَا وَاسْمَعْ غَيْرَ مُسْمَعٍ وَرَاعِنَا لَيًّا

بِأَلْسِنَتِهِمْ وَطَعْنًا فِي الدِّينِ وَلَوْ أَنَّهُمْ قَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَاسْمَعْ وَانظُرْنَا لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ وَأَقْوَمَ وَلَكِنْ

لَعَنَهُمْ اللَّهُ بِكُفْرِهِمْ فَلَا يُؤْمِنُونَ إِلَّا قَلِيلًا (النساء46)

Yaitu orang-orang Yahudi, mereka mengubah perkataan dari tempat-tempatnya. Mereka berkata : "Kami mendengar", tetapi kami tidak mau menurutinya. Dan (mereka mengatakan pula) : "Dengarlah" sedang kamu sebenarnya tidak mendengar apa-apa[304]. Dan (mereka mengatakan) : "Raa'ina"[305], dengan memutar-mutar lidahnya dan mencela agama. Sekiranya mereka mengatakan : "Kami mendengar dan menurut, dan dengarlah, dan perhatikanlah kami", tentulah itu lebih baik bagi mereka dan lebih tepat, akan tetapi Allah mengutuk mereka, karena kekafiran mereka. Mereka tidak beriman kecuali iman yang sangat tipis.



Keterangan :

302]. Maksudnya: mengubah arti kata-kata, tempat atau menambah dan mengurangi.

[303]. Maksudnya mereka mengatakan : Kami mendengar, sedang hati mereka mengatakan: Kami tidak mau menuruti.

[304]. Maksudnya mereka mengatakan: Dengarlah, tetapi hati mereka mengatakan: Mudah-mudahan kamu tidak dapat mendengarkan (tuli).

[305]. Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa dua orang Yahudi bernama Malik bin Shaif dan Rifa'ah bin Zaid, apabila bertemu dengan Nabi SAW mereka mengucapkan: "Ra'ina sam'aka was ma' ghaira musmai'in." Kaum Muslimin mengira bahwa kata-kata itu adalah ucapan ahli Kitab untuk menghormati Nabi-nabinya. Mereka pun mengucapkan kata-kata itu kepada Nabi SAW. Maka Allah menurunkan ayat ini (S. 2: 104) sebagai larangan untuk meniru-niru perbuatan kaum Yahudi.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Mundzir yang bersumber dari as-Suddi.)

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa kata "Ra'ina" dalam bahasa Yahudi berarti caci maki yang jelek. Sehubungan dengan itu ada peristiwa sbb: Ketika kaum Yahudi mendengar sahabat-sahabat Nabi SAW memakai perkataan itu (Ra'ina) mereka sengaja mengumumkan agar perkataan itu biasa dipergunakan dan ditujukan kepada Nabi SAW. Apabila para shahabat Nabi mempergunakan kata-kata itu, maka mereka menertawakannya. Maka turunlah ayat ini (S. 2: 104). Ketika salah seorang shahabat, yaitu Sa'd bin Mu'adz mendengar ayat ini, berkatalah ia kepada kaum Yahudi: "Hai musuh-musuh Allah! Jika aku mendengar perkataan itu diucapkan oleh salah seorang di antaramu sesudah pertemuan ini akan kupenggal batang lehernya."
(Diriwayatkan oleh Abu Na'im di dalam kitab ad-Dala'il dari as-Suddi as-Shaghir, dari al-Kalbi, dari Abi Shaleh yang bersumber dari Ibnu Abbas.)

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa turunnya ayat ini (S. 2: 104) ketika seorang laki-laki berkata: "Ari'na sam'aka".
(Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari ad-Dlahhak.)

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa pada waktu itu ada beberapa orang Yahudi yang mengatakan: "Ari'na sam'aka" yang ditiru oleh beberapa orang Islam. Akan tetapi Allah membencinya dengan menurunkan ayat ini (S. 2: 104).
(Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari 'Athiyyah.)

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa ketika kaum Muslimin mengucapkan "Ra'ina sam'aka", datanglah kaum Yahudi dan berkata seperti itu. Maka turunlah ayat ini (S. 2:104).
(Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Qatadah.)

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa turunnya ayat ini (S. 2: 10) sehubungan dengan ucapan "ra'ina", yaitu bahasa yang dipakai kaum Anshar di zaman Jahiliyyah, dan karenanya dilarang oleh ayat ini (S. 2: 104).
(Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari 'Atha'.)

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa sesungguhnya orang Arab apabila bercakap dengan salah seorang temannya berkata: "Ari'na sam'aka." Kemudian mereka dilarang menggunakan kata-kata itu dengan turunnya ayat ini (S. 2:104).
(Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Abil-'Aliah.)



3. Suka mendengarkan berita-berita bohong


يَاأَيُّهَا الرَّسُولُ لَا يَحْزُنْكَ الَّذِينَ يُسَارِعُونَ فِي الْكُفْرِ مِنْ الَّذِينَ قَالُوا

آمَنَّا بِأَفْوَاهِهِمْ وَلَمْ تُؤْمِنْ قُلُوبُهُمْ وَمِنْ الَّذِينَ هَادُوا سَمَّاعُونَ لِلْكَذِبِ

سَمَّاعُونَ لِقَوْمٍ آخَرِينَ لَمْ يَأْتُوكَ يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ مِنْ بَعْدِ مَوَاضِعِهِ

يَقُولُونَ إِنْ أُوتِيتُمْ هَذَا فَخُذُوهُ وَإِنْ لَمْ تُؤْتَوْهُ فَاحْذَرُوا وَمَنْ يُرِدْ اللَّهُ

فِتْنَتَهُ فَلَنْ تَمْلِكَ لَهُ مِنْ اللَّهِ شَيْئًا أُوْلَئِكَ الَّذِينَ لَمْ يُرِدْ اللَّهُ أَنْ يُطَهِّرَ

قُلُوبَهُمْ لَهُمْ فِي الدُّنْيَا خِزْيٌ وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ (المائدة41)

41. Hari Rasul, janganlah hendaknya kamu disedihkan oleh orang-orang yang bersegera (memperlihatkan) kekafirannya, yaitu diantara orang-orang yang mengatakan dengan mulut mereka:"Kami telah beriman", padahal hati mereka belum beriman; dan (juga) di antara orang-orang Yahudi. (Orang-orang Yahudi itu) amat suka mendengar (berita-berita) bohong[415] dan amat suka mendengar perkataan-perkataan orang lain yang belum pernah datang kepadamu[416]; mereka merobah[417] perkataan-perkataan (Taurat) dari tempat-tempatnya. Mereka mengatakan: "Jika diberikan ini (yang sudah di robah-robah oleh mereka) kepada kamu, maka terimalah, dan jika kamu diberi yang bukan ini maka hati-hatilah." Barangsiapa yang Allah menghendaki kesesatannya, maka sekali-kali kamu tidak akan mampu menolak sesuatupun (yang datang) daripada Allah. Mereka itu adalah orang-orang yang Allah tidak hendak mensucikan hati mereka. Mereka beroleh kehinaan di dunia dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar.

Keterangan

[415]. Maksudnya ialah: orang Yahudi amat suka mendengar perkataan-perkataam pendeta mereka yang bohong, atau amat suka mendengar perkataan-perkataan Nabi Muhammad s.a.w untuk disampaikan kepada pendeta-pendeta dan kawan-kawan mereka dengan cara yang tidak jujur.

[416]. Maksudnya: mereka amat suka mendengar perkataan-perkataan pemimpin-pemimpin mereka yang bohong yang belum pernah bertemu dengan Nabi Muhammad s.a.w. karena sangat benci kepada beliau, atau amat suka mendengarkan perkataan-perkataan Nabi Muhammad s.a.w. untuk disampaikan secara tidak jujur kepada kawan-kawannya tersebut.
[417]. Maksudnya: merobah arti kata-kata, tempat atau menambah dan mengurangi.
4. Mengklaim sebagai putra-putra Tuhan


وَقَالَتْ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى نَحْنُ أَبْنَاءُ اللَّهِ وَأَحِبَّاؤُهُ قُلْ فَلِمَ يُعَذِّبُكُمْ

بِذُنُوبِكُمْ بَلْ أَنْتُمْ بَشَرٌ مِمَّنْ خَلَقَ يَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ

وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَإِلَيْهِ الْمَصِيرُ (المائدة18

18. Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan: "Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya." Katakanlah: "Maka mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu?" (Kamu bukanlah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya), tetapi kamu adalah manusia(biasa) diantara orang-orang yang diciptakan-Nya. Dia mengampuni bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Kepunyaan Allah-lah kerajaan antara keduanya. Dan kepada Allah-lah kembali (segala sesuatu).


5. Musuh pertama orang yang beriman



لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا

وَلَتَجِدَنَّ أَقْرَبَهُمْ مَوَدَّةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ قَالُوا إِنَّا نَصَارَى ذَلِكَ بِأَنَّ

مِنْهُمْ قِسِّيسِينَ وَرُهْبَانًا وَأَنَّهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ (المائدة82)

82. Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya kami ini orang Nasrani." Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menymbongkan diri.

6. Sombong dan bebal



يَاأَهْلَ الْكِتَابِ لِمَ تَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَأَنْتُمْ تَشْهَدُونَ (آل عمران70)



70. Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah[202], padahal kamu mengetahui (kebenarannya).

Keterangan :

[202]. Yakni: ayat-ayat Allah diturunkan kepada Nabi Muhammad s.a.w.



7. Pendusta para Nabi dan pelaku criminal

لَقَدْ أَخَذْنَا مِيثَاقَ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَأَرْسَلْنَا إِلَيْهِمْ رُسُلًا كُلَّمَا جَاءَهُمْ رَسُولٌ

بِمَا لَا تَهْوَى أَنفُسُهُمْ فَرِيقًا كَذَّبُوا وَفَرِيقًا يَقْتُلُونَ (المائدة70)

70. Sesungguhnya Kami telah mengambil perjanjian dari Bani Israil[432], dan telah Kami utus kepada mereka rasul-rasul. Tetapi setiap datang seorang rasul kepada mereka dengan membawa apa yang yang tidak diingini oleh hawa nafsu mereka, (maka) sebagian dari rasul-rasul itu mereka dustakan dan sebagian yang lain mereka bunuh.

Keterangan :

[432]. Perjanjian itu ialah: mereka beriman kepada Allah dan rasul-rasulNya.



8. Pelaku dosa dan pemakan harta yang haram

وَتَرَى كَثِيرًا مِنْهُمْ يُسَارِعُونَ فِي الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَأَكْلِهِمْ السُّحْتَ لَبِئْسَ

مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (المائدة62)

62. Dan kamu akan melihat kebanyakan dari mereka (orang-orang Yahudi) bersegera membuat dosa, permusuhan dan memakan yang haram[425]. Sesungguhnya amat buruk apa yang mereka telah kerjakan itu.

Keterangan :

425 : Seperti uang sogokan dan sebagainya.



9. Menghina Allah dan berhak mendapatn laknatnya



وَقَالَتْ الْيَهُودُ يَدُ اللَّهِ مَغْلُولَةٌ غُلَّتْ أَيْدِيهِمْ وَلُعِنُوا بِمَا قَالُوا بَلْ يَدَاهُ

مَبْسُوطَتَانِ يُنفِقُ كَيْفَ يَشَاءُ وَلَيَزِيدَنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ مَا أُنزِلَ إِلَيْكَ مِنْ

رَبِّكَ طُغْيَانًا وَكُفْرًا وَأَلْقَيْنَا بَيْنَهُمْ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

كُلَّمَا أَوْقَدُوا نَارًا لِلْحَرْبِ أَطْفَأَهَا اللَّهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا وَاللَّهُ

لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ (المائدة64)

64. Orang-orang Yahudi berkata: "Tangan Allah terbelenggu"[426], sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu[427] dan merekalah yang dila'nat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. (Tidak demikian), tetapi kedua-dua tangan Allah terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki. Dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka. Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat. Setiap mereka menyalakan api peperangan Allah memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan dimuka bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan.

Keterangan :

426]. Maksudnya ialah kikir.

[427]. Kalimat-kalimat ini adalah kutukan dari Allah terhadap orang-orang Yahudi berarti bahwa mereka akan terbelenggu di bawah kekuasaan bangsa-bangsa lain selama di dunia dan akan disiksa dengan belenggu neraka di akhirat kelak.

9. Seperti kera, babi dan penyembah thaghut yang laknat

Firman Allah:
“ Katakanlah: “ Hai ahli kitab, akan aku beritakan keaadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari ( orang-orang fasik ) itu disisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuk dan dimurkai Allah diantara mereka ( ada ) yang dijadikan kera dan babi dan ( orang yang ) menyembah thaghut, mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus. ( QS.Al Maidah :60 )
11. Bergelimang kemungkaran
Firman Allah:
“Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan mungkar yang mereka perbuat. Sungguh amat buruklah apa yang mereka perbuat” ( QS Al Maidah :79)

12. Mendapat murka Alah
Firman Allah:
“ Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong menolong dengan orang-orang yang kafir( musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka, dan mereka akan kekal dalam siksaan” ( QS. Al Maidah:80)

13. Makan riba dan memakan harta orang dengan bathil
Firman Allah:
“maka disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, kami haramkan atas mereka ( memakan makanan) yang baik-baik ( yang dahulunnya )dihalalkan bagi mereka , dank arena mereka banyak menghalangi ( manusia ) dari jalan Allah” .
“Dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang dari padanya, dan karena mereka memakan harta orang dengan jalan yang bathil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir diantara mereka itu siksa yang pedih” ( Qs. An Nisa:160-161)

14. Tercela dalam lisan para nabi karena kemaksiatan dan permusuhan mereka.
Seperti dalam Firman Allah:
”Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putrra Maryam. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. ( QS. Al Maidah: 78)

15. Bisu, tuli, pendusta dan pendosa
Firman Allah:
“Sesungguhnya kami telah mengambil perjanjian dari Bani Israil, dan telah kami utus kepada rasul-rasul. Tetapi setiap datang seorang rasul kepada mereka dengan membawa apa yang tidak diingini oleh hawa nafsu mereka (maka ) sebagian dari rasul-rasul itu mereka dustakan dan sebagian yang lain mereka bunuh.Dan mereka mengira bahwa tidak akan terjadi suatu bencana ( terhadap ) mereka dengan membunuh nabi-nabi itu, maka ( karena itu) mereka menjadi buta dan pekak, kemudian Allah menerima taubat mereka, kemudian kebanyakan dari mereka buta dan tuli. Dan Allah maha Melihat apa yang mereka kerjakan. (QS. Al Maidah:70-71)

16. Hati mereka hitam dan keras
Firman Allah:
“ Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada musadan Kami telah menyusuli ( berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul dan telah kami berikan bukti-bukti kebenaran ( mukjizat) kepada Isa putera Maryam dna kami memperkuat dengan Ruhul Qudus. Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa suatu pelajaran yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu menyombong, maka beberapa orang (diantara mereka )kamu dustakan dan beberapa ( yang lain ) kamu bunuh. Dan mereka berkata: “hati-hati kami tertutup”. Tetapi sebenarnya Allah telah mengutuk mereka karena keingkaran mereka , maka sedikit sekali mereka yang beriman ( Qs. Al Maidah 87-88)

Written by Izhar
Wednesday, 26 March 2008
Oleh : DR. Muqoddam Cholil, MA

MUQODDIMAH

Segala puji bagi Allah swt, solawat dan salam kepada Rosulullah saw. Rasul pilihan umat serta kepada keluarga dan para sahabat-sahabatnya yang membawa petunjuk serta orang-orang yang mengikuti dan mengambil petunjuk mereka.

Makalah yang ringkas ini merupakan kumpulan dari berbagai buku, rujukan utamanya diambilkan dari buku : Al-Quds Qodiyyatu kulla muslim oleh Dr. Yusuf al-Qardawi, Internet situs www.palestinaonline.com (Hamas), Britannica Encyclopaedia, Enciclopedi Islam, dan lain-lain.

Palestina saat ini diterpa badai penjajahan dan sangat ganas oleh Zionis Internasional yang sekarang ini sedang terjadi pengYahudian secara besar-besaran, merampas seluruh tanah Palestina, menanggalkan baju-baju Islam, melakukan keputusan-keputusan buruk dan hina. Mereka tidak malu membunuh anak-anak, orang-orang tua, bahkan wanita sekalipun apalagi yang terindikasi seorang pejuang.

Dalam makalah yang serba daif ini coba mengingatkan orang-orang yang lalai, lupa agama dan sejarah supaya memiliki rasa tanggungjawab terhadap jantung Islam yang ketiga sehingga mau bertekad untuk hidup mulia atau mati sahid. Sesungguhnya Palestina bukan milik orang Palestina saja walaupun mereka adalah orang-orang yang paling berhak. Tetapi Baitul Maqdis adalah milik setiap orang Islam dimanapun ia berada dibarat maupun di timur.



PERTAMA : KEDUDUKAN BAITUL MAQDIS TERHADAP UMAT ISLAM

Baitul Maqdis dalam akidah umat Islam mempunyai kedudukan yang sangat tinggi. Hal ini sudah disepakati oleh seluruh kaum Muslimin dan seluruh kelompok, mazhab dan aliran-alirannya, dan sudah merupakan ijmak umat dari satu ujung dunia sampai ke ujung dunia yang lain. Maka tidaklah mengherankan apabila seluruh kaum muslimin selalu konsisten dalam membela, ingin sangat (ghairah), melindungi tanah, kehormatan dan kesucian Baitul Maqdis serta mengorbankan jiwa, raga dan harta benda dalam melindungi dan mengusir para penjajah. Kita tidak akan pernah lupa kepada Umar bin al-Khottob r.a pembuka al-Quds, Solahuddin al-Ayyubi Pembebas al-Aqsa, dan ribuan bahkan jutaan umat Islam sepanjang zaman, begitu juga Hamas.

1. BAITUL MAQDIS KIBLAT PERTAMA UMAT ISLAM

Di Madinah terdapat saksi sejarah yang nyata yang menguatkan peristiwa perpindahan kiblat , yaitu Masjid Qiblatain (Masjid dua kiblat) yang mana di situlah kaum muslimin mendirikan satu solat, setengahnya menghadap ke Baitul Maqdis dan setengahnya lagi menghadap ke Ka'bah di Makkah. Sampai sekarang Masjid ini tetap berdiri.

Pemindahan Kiblat ini telah mencetuskan bantahan dan kekisruhan orang-orang Yahudi di Madinah, namun hal ini langsung dijawab di dalam Al Qur'an dengan mengatakan bahwasanya seluruh arah adalah hak Allah dan Dia-lah yang menentukan, Firman Allah swt maksudnya :
"Orang-orang yang kurang akalnya di antara manusia akan berkata: "Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulunya mereka telah berkiblat kepadanya?",Katakanlah "Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya kejalan yang lurus... dan Kami tidaklah menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah dan Allah tidak akan mensia-siakan imanmu" (QS,Al-Baqarah:142-143).

Mereka (orang Yahudi) telah berkata: "Sesungguhnya solat-solat kaum Muslimin pada tahun-tahun sebelum ini (sebelum pemindahan kiblat) telah hilang dan sia-sia, karena solat tersebut tidak ditujukan ke arah kiblat yang benar", maka Allah menjawab:
Wama kanallahu liyudi’a imanakum "Dan Allah tidak akan mensia-siakan imanmu" (al-Baqarah) (lmanmu di sini bererti "solat kamu" karena solat tersebut adalah telah dihadapkan ke kiblat yang benar dan diridhoi oleh Allah SWT.


2. BAITUL MAQDIS SEBAGAI NEGERI ISRA' DAN MI'RAJ

Perkara yang kedua terbayang dalam jiwa dan kesadaran kaum muslimin adalah bahwa Allah telah menjadikan Baitul Maqdis sebagai perhentian terakhir perjalanan Isra' di bumi dan permulaan perjalanan Mi'raj ke langit. Iradah Allah SWT telah menghendaki untuk memulai perjalanan Isra' Muhammad di bumi pada malam yang penuh berkat itu dari Masjidil Haram di Mekah. Allah menghendaki akhir terminal perjalanannya di bumi di Masjidil Aqsa. Hal tersebut bukan sesuatu yang kebetulan atau sia-sia, tetapi ia merupakan peraturan Ilahi dan demi hikmat rabbani, yaitu supaya penutup para Rasul, Nabi SAW bertemu dengan para Rasul dan baginda menjadi imam mereka dalam solat. Hal ini merupakan isyarat pemberitahuan tentang pemindahan kepemimpinan agama bagi dunia dari Bani Israel kepada umat yang baru, Rasul yang baru, Kitab yang baru, yaitu umat sedunia, Rasul sedunia dan Kitab sedunia, sebagaimana firman Allah SWT:
Wama arsalnaka illa rahmatan lil’ Alamin.
"Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk menjadi rahmat bagi sekalian alam"

Nas Al-Qur'an telah mengabadikan awal dan akhir perjalanan ini dengan jelas dalam surat yang mengambil nama perjalanan ini sendiri iaitu "Surat Al-Isra' "
"Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkati sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda kebesaran Kami"
(Q S, Al-Isra ': 1)

Ayat ini tidak menyebut sifat apa-apa terhadap Masjidil Haram sedangkan ia mengandungi keberkatan-keberkatan dan kemuliaan-kemuliaan, tetapi ayat tersebut hanya menyebut sifat-sifat Masjidil Aqsa dengan perkataan yang Kami berkati. "Yang telah Kami berkati sekelilingnya". Oleh itu, apabila sekeliling masjid ini diberkati, apatah lagi terhadap Masjidil Haram itu sendiri.

Kisah Isra' dan mi'raj adalah kaya dengan tanda-tanda dan isyarat-isyarat yang menunjukkan akan ketinggian kedudukan tempat yang berkat ini, di mana disanalah Malaikat Jibril mengikatkan Buraq yaitu hewan ajaib yang menjadi alat pengangkutan Rasul SAW dari Mekah ke Baitul Maqdis. Buraq tersebut diikatkan oleh Jibril di Sakhrah (bukit batu) hingga Rasul SAW kembali dari perjalanannya yang terakhir yang bermula dari Baitul Maqdis atau Masjidil-Aqsa menuju ke langit yang paling tinggi di Sidratul Muntaha.

Sekiranya perjalanan ke Baitul Maqdis tidak mengandungi suatu hikmah maka adalah sangat memungkinkan untuk Mi'raj dari Makkah ke langit secara langsung, tetapi "perjalanan melalui" tempat suci ini mengandungi suatu maksud dan hikmah yang tinggi, sebagaimana yang telah diisyaratkan oleh Al Qur' an dan Hadis.



Kita Pengecut!!!!

Di tengah keterpurukan jalur gaza sehendaknya kita sebagai muslim hendaknya ikut prihatin atas menimpa saudara-saudara kita disana bayangkan saja bagaimana beratnya perjuangan orang-orang palestina sana merasakan sulitnya mencari sebuah kehidupan islam. Terbayang atau tidak diddiri kita sekarang kita adalah manusia terhina saat ini. Ayat-ayat qur'an dan kumandang azan yang setiap hari dinegeri kita ini ternyata hanya sebagai simbol islam yang telah mati. Tak ada lagi rasa takut terhadap Allah S.W.T rasa takut tersebut nampaknya telah tergantikan oleh bengisnya kapitalisme.
Lihatlah bagaimana pejabat-pejabat negeri ini yang tidak berkutik terhadap kebijakan asing yang selalu masuk kedalam negeri ini. bahkan seolah-olah kita hanya dijadikan penonton setia kebiadaban mereka di Tv-Tv terhadap saudara kita dipalestina. Dimana nurani bangsa ini apakah kita telah menjadi orang-orang kafir atau budak kafir. Ingat dunia itu hanya sementara maka berlombalah kamu untuk menegakkkan syariat. Apa kata nabi Muhammad nantinya kalau melihat umat Indonesia yang begitu lemah terhadap Iman. Malukah kita?
Saat ini blokade Israel di jalur gazza telah merugikan saudara kita.

Tapi ingatlah ketika diakhirat nanti kita diminta pertanggung jawaban sesama muslim. maka orang-orang palestina disana akan bersaksi terhadap kita, mereka mungkin akan mengatakan seperti ini.
"Ya Allah, jangan kau berikan keleluasaan terhadap kaum muslim Indonesia karena mereka hanya diam saat kami dijajah dan direbut hak-hak kami. Ya Allah, seandainya engkau berikan kami sebuah keputusan maka kami menginginkan kaum-kaum muslim Indonesia hendaknya diberikan sebuah kesengsaraan seperti kami ketika masih hidup. Ya Allah kami hanya mengenal saudara-saudara kami yang selalu memberikan ketegasan dan meberikan perjuangan baik jiwa dan raga serta rohani dan jasmani merka untuk menyelamatkan kami. Mereka itulah saudar kami.....

Kemana kebijakan pemerintah Indonesia saat ini yang hanya mengurusi masalah pak Harto yang tak kunjung sehat. Mereka lebih mementingkan orang tersebut daripada kaum muslimin palestina yang jutaan orang tersebut. Kemana kebijakan-kebijakan prajurit bersenjata muslim indonesia yang memangku senjata diatas pundak mereka terhadap palestina. Saudaraku jangan jadikan negeri Indonesia ini menjadi Negeri kafir. Kemana jiwa-jiwa muslim bangsa ini sampai-sampai mereka hanya memikirkan dunia, mereka tidak memikirkan bahwa ibadah mereka dipertaruhkan dan berada di orang-orang Palestina disana.


 
Copyright  © 2007 | Design by uniQue             Powered by    Login to Blogger