Kliksaya
Supported by
Partai-partai yang berbau islam hendaknya juga jangan terlalu membawa nama-nama ajaran Islam jikalau tingkah lakunya saja belum mencerminkan seorang Ummat, Lihat saja tingkah laku bulyan Royan yang sejatinya selalu memberi saran jangan korupsi tetapi ia malah korupsi, alu Yahya Zaini yang setahu saya adalah seorang rohaniawan Islam di Partai Golkar yang ternyata berbuat "ZINAH", Kemudian nama Al-Amin Nasution yang artinya kepercayaan benar-benar tidak bisa dipercaya baik tingkah laku dan perbuatannya, bagaimana ia korupsi dan bermain mata dengan "Istri" ke dua. dan lihat saja kelakuan di tubuh besar PKB yang sekarang hendak bentrok satu samaa lain, katanya gelarnya kyai haji namun kelakuan tidak jauh beda dengan pemimpin Israel (Yahudi) yang tidak pernah berdamai dengan Palestina dan nyaris sok menguasai. Bukankah islam mengajarkan bahwa sesama muslim itu adalah saudara dan tidak ada katanya bermusuhan lebih dari 3 Hari ( yang setahu saya Begitulah rasulullah mengajarkan )
bagaimana menjadi patokan partai Islam toh kalau didalam sendiri tidak bisa akur dan berdamai..... PKB setidaknya harus menjadi cermin partai Islam karena dari situlah orang lain akan memandang bahwa Islam tidak suka bermusuh-musuhan, ada sesuatu hal lainnya yang patut saya banggakan dari partai Islam lainnya seperti PKS yang tidak terlalu ngoyo dengan siapapun capres dari mereka, bahkan fungsi partai benar-benar dirasakan oleh masyarakat...... Setidaknya partai Islam lain juga mengikuti jejak-ejak dakwah dan notabene dari definisi seorang khalifah di mukabumi ini dan jangan terbawa hawa nafsu, ingatkah bahwa karena hawa Nafsu nabi Adam di turunkan dari langit, dan ingatkah ketika Fir'aun berhawanafsu ingin menjadi seorang Tuhan dan Allah kemudian mengAzabnya...... semestinya kita sudah harus mendapat pelajaran dari pelajaran masa lampau
Label: UMUM
salah satu acuan blog dalam beberapa penulisan saya mencantumkan sebuah email dari laskar komando Islam tentang kebenaran dan keberadaannya sekarang berikut kutipan blog tersebut
Klarifikasi Komandan Laskar Islam via E-mail versi Lengkap
ASSALAMU'ALAIKUM WR. WB
KEPADA YTH REKAN REKAN PERS.
MOHON INI DIJADIKAN SEBAGAI BANTAHAN SAYA DAN
TANGGAPAN SAYA ATAS PERNYATAAN SEPIHAK BAHWA SAYA
MELARIKAN DIRI.
PERLU SAYA SAMPAIKAN BAHWA : SAMPAI SAAT INI SAYA
BELUM DATANG KE POLDA METRO JAYA ADALAH LEBIH
DISEBABKAN AGAR HUKUM DAPAT BERJALAN ADIL DAN
SEIMBANG. BUKAN BEKERJA ATAS TEKANAN DARI PIHAK PIHAK
YANG MENGUSASI DAN MENGENDALIKAN ARUS INFORMASI.
SELAIN ITU JUGA, SEBAGAIMANA PERNYATAAN SAYA DALAM
BERBAGAI KONFERENSI PERS TERDAHULU BAHWA SAYA AKAN
BERTANGGUNG JAWAB PENUH ATAS PERISTIWA MONAS WALAUPUN
SECARA HUKUM SAYA BELUM DINYATAKAN SEBAGAI ORANG YANG
TERBUKTI DINYATAKAN BERSALAH.
SAYA MENEGASKAN BAHWA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
SEBAGAI PEJABAT PUBLIK NOMOR 1 DI REPUBLIK YANG
MENGGUNAKAN PRINSIP NEGARA HUKUM INI HARUSLAH SEBAGAI
PIHAK PERTAMA YANG MENCONTOHKAN KEPATUHAN PADA HUKUM
DAN PERUNDANG-UNDANGAN. KEPATUHAN DAN KETERIKATAN
PRESIDEN PADA HUKUM DAN PERUNDANG-UNDANGAN ITU
MESTILAH DIWUJUDKAN DAN DIBUKTIKAN MELALUI KEBIIJAKAN
DAN TINDAKAN YANG SUDAH DIATUR DALAM HUKUM DAN
PER-UNDANNG-UNDANGAN.
OLEH KARENANYA, SEBAGAI WUJUD KEPATUHAN DAN KETA'ATAN
SEORANG PRESIDEN PADA HUKUM TERSEBUT HARUS SEGERA
DIWUJUDKAN DAN DIBUKTIKAN DENGAN SEGERA MENERBITKAN
KEPUTUSAN PRESIDEN TETANG PEMBUBARAN ORGANISASI
AHMADIYAH DAN MENYATAKAN BAHWA AHMADIYAH ADALAH
ORGANISASI TERLARANG, KARENA TINDAK KRIMINAL YANG
MERUPAKAN PERBUATAN PIDANA PENODAAN DAN PENYALAHGUNAAN
AGAMA OLEH AHMADIYAH TERSEBUT, SECARA PROSEDUR HUKUM
TELAH DITETAPKAN MELALUI HASIL PENELITIAN LITBANG
DEPAG DAN TELAH DIPUTUSKAN DALAM RAPAT BAKOR PAKEM.
SELAIN ITU JUGA, PRESIDEN HARUS SEGERA MENUTUP
LABORATORIUM NAMRU-2 MILIK ANGKATAN LAUT AMERIKA
SERIKAT KARENA LABORATORIUM NAMRU-2 TERSEBUT SEJAK
TAHUN 2000 LALU TIDAK LAGI MEMILIKI DASAR HUKUM UNTUK
BEROPERASI DI INDONESIA.
KEPATUHAN DAN KETA'ATAN SEORANG PRESIDEN TERHADAP
HUKUM DAPAT KIRANYA MENJADI CONTOH NYATA BAGI SAYA
UNTUK PATUH DAN TA'AT PADA HUKUM YANG SAMA SAMA
BERLAKU BAIK TERHADAP SORANG PRESIDEN MAUPUN TERHADAP
SEORANG WARGA NEGARA BIASA SEPERTI SAYA. INILAH YANG
DINAMAKAN DENGAN PRINSIP SUPREMACY OF LAW DAN EQUALITY
OF LAW.
KEPADA PIHAK KEPOLISIAN RI SAYA MINTA UNTUK SEDIKIT
BERSABAR SEDIKIT, BUKAN MAKSUD SAYA UNTUK MENGHINDAR
DARI PROSES HUKUM APALAGI BERSIKAP SEBAGAI PENGECUT
YANG LARI DARI TANGGUNG JAWAB. TAPI SAYA MENGINGINKAN
PRESIDEN JUGA MEMBERI RESPON TERHADAP MASALAH YANG
PALING FUNDAMENTAL DALAM MASALAH AKIDAH YANG PROSEDUR
DAN MEKANISMENYA SUDAH DIATUR DENGAN JELAS UNTUK
MENGAMBIL KEPUTUSAN TENTANG PENODAAN DAN
PENYALAHGUNAAN AGAMA.
SAYA AKAN DATANG DENGAN SENANG HATI KE MABES POLRI
BILA RESPON PRESIDEN TERHADAP JUSTICE (KEADILAN)
MELALUI PENEGAKKAN PRINSIP SUPREMACY OF LAW DAN
EQUALITY BEFORE THE LAW JUGA DILAKUKAN TERHADAP
MASALAH AHMADIYAH.
YA ALLAH... HANYA KEPADAMU TEMPAT AKU MEMINTA DAN
HANYA KEPADAMU TEMPAT AKU BERLINDUNG... ENGKAULAH
SEBAIK BAIKNYA TEMPAT BERLINDUNG DAN TEMPAT MEMINTA
PERTOLONGAN
ALLAHU AKBAR..ALLAHU AKBAR...ALLAHU AKBAR
HORMAT SAYA
MUNARMAN
Label: UMUM
Tentara AS, Menentang Perang Irak Lewat Tato
Penelitian oleh RAND Corp. itu juga memperkIraqan bahwa 320 ribu tentara lainnya kemungkinan mengalami cedera otak traumatik saat bertugas. Para peneliti itu tidak bisa menyebutkan jumlah kasus yang parah atau yang perlu mendapat perawatan. Studi yang diumumkan sebagai survei berskala besar pertama non-pemerintah untuk masalah tersebut, mendapati bahwa kelainan stres dan depresi terdapat pada 18,5% dari 1,5 juta AS lebih tentara AS yang dikirim ke dua medan perang tersebut.
Angka tersebut kira-kira sama dengan penelitian-penelitian sebelumnya.
Suatu penilaian yang dilakukan pada bulan Februari oleh Angkatan Darat AS memperlihatkan bahwa pada tahun 2007, sebanyak 17,9% pasukan mereka di Iraq dan Afghanistan menderita stres akut, depresi atau kegelisahan. Pada tahun 2006 jumlah tentara yang mengalami gejala tersebut mencapai 19,1%.
Studi tersebut disusun berdasarkan wawancara yang dilakukan kepada lebih dari 1.900 tentara angkatan darat, pelaut dan Korps Marinir.
"Ada krisis besar yang dihadapi personel-personel yang sudah membaktikan diri mereka di Iraq dan Afghanistan," kata Terri Tanielian, peneliti dari RAND yang juga salah satu pemimpin studi tersebut.
"Mereka harus mendapatkan perawatan yang memadai dan efektif untuk masalah-masalah mental tersebut, jika tidak, akan ada akibat jangka panjang bagi mereka maupun bagi bangsa ini."
Studi itu menyebutkan bahwa banyak personel tidak berusaha mendapatkan perawatan karena khawatir stigma yang diasosiasikan dengan masalah psikologi dapat membahayakan karier mereka.
Kelainan stres pasca-traumatik atau PSTD, dapat disebabkan dari trauma saat berperang, seperti mengalami luka atau menyaksikan orang yang terluka.
RAND menganjurkan agar Pentagon (markas besar angkatan bersenjata AS) membuka jalan bagi para personel untuk mendapatkan perawatan kesehatan mental secara rahasia dan memantau mutu perawatan tersebut.
Kolonel (AD) Loree Sutton, direktur U.S. Defense Center of Excellence for Psychological Health and Traumatic Brain Injury, menyambut baik hasil studi tersebut.
Dia prihatin bahwa ternyata hanya sekitar setengah dari mereka yang mencari perawatan, mendapatkan perawatan "memadai secara minimal".
Sutton mengatakan dirinya akan memacu militer untuk berusaha lebih keras merekrut tambahan spesialis perawatan kesehatan jiwa.
Angkatan Darat AS akan mempekerjakan 275 profesional kesehatan mental dari kalangan sipil namun rencana itu terkendala oleh ketatnya pasar kerja serta kesulitan mendapatkan sipil yang bersedia bekerja di medan tempur.
RAND, organisasi swasta tersebut, memperkirakan bahwa stres dan depresi pada para tentara yang pulang telah menghabiskan dana US$6,2 miliar selama dua tahun sejak penugasan mereka selesai.
Dana tersebut dihitung berdasarkan hilangnya produktivitas, biaya pengobatan dan risiko bunuh yang lebih tinggi untuk bunuh diri. [rtr/kpl/cha/www.hidayatullah.com]
Tentara AS, Menentang Perang Irak Lewat Tato
Eli adalah salah seorang anggota militer AS yang sedang menunggu hasil pemeriksaan medis atas dugaan mengalami gangguan stress pasca trauma. Ia merupakan salah satu dari 300 ribu pasukan AS yang mengalami gangguan mental pasca bertugas di Irak dan Afghanistan. Selain stress dan gangguan kejiwaan, gejala lainnya yang dialami para veteran perang di Irak dan Afghanistan adalah sulit tidur, merasa gelisah, jadi pelupa dan banyak mengalami ketergantungan pada alkohol.
Aturan militer AS melarang pasukannya bertato. Selama ini Eli menggunakan perban untuk menutupi tatonya. "Di hari terakhir saya, saya akan melepas perbannya, memberikan hormat pada komandan dan menunjukkan padanya apa yang saya rasakan, " kata Eli soal tatonya.
Eli mengaku terinspirasi dari para penentang perang Vietnam, ketika AS mengobarkan perang di negeri itu. "Selama perang Vietnam, mereka yang menentang perang menyematkan paper clip di seragamnya, ini cara kecil mereka untuk menunjukkan identitas, " tukas Eli.
"Kami memutuskan untuk tidak hanya menyematkan paper clip, kami membuat tato. Saya berharap tentara lainnya yang menentang perang di Irak, mengikuti cara kami, " sambung Sersan Ali yang bertugas di Irak selama satu tahun.
Sejak invasi AS ke Irak tahun 2003, bukan hanya membuat ratusan ribu tentara AS mengalami gangguan mental, tapi juga sudah menelan korban 4.071 tentara dan 29 ribu tentara lainnya luka-luka. Sedangkan di Afghanistan, sejak invasi tahun 2001, tercatat 496 pasukan AS tewas.
"Melihat persoalan yang mereka hadapi, dan seberapa jauh dampak dari persoalan mereka sekarang, saya mulai meneliti keseluruhan sistem. Saya banyak melihat kegagalan di segala lini, " papar Eli.
Ketua Komite Vietnam Veterans of America's Post Traumatic Stress Diorder (PTSD) Tom Berger mengungkapkan, jumlah pasukan AS yang mengalami gangguan mental pasca perang kemungkinan akan meningkat 20-30 persen dari jumlah ketika masa
Label: UMUM
Tentara AS, Menentang Perang Irak Lewat Tato
Penelitian oleh RAND Corp. itu juga memperkIraqan bahwa 320 ribu tentara lainnya kemungkinan mengalami cedera otak traumatik saat bertugas. Para peneliti itu tidak bisa menyebutkan jumlah kasus yang parah atau yang perlu mendapat perawatan. Studi yang diumumkan sebagai survei berskala besar pertama non-pemerintah untuk masalah tersebut, mendapati bahwa kelainan stres dan depresi terdapat pada 18,5% dari 1,5 juta AS lebih tentara AS yang dikirim ke dua medan perang tersebut.
Angka tersebut kira-kira sama dengan penelitian-penelitian sebelumnya.
Suatu penilaian yang dilakukan pada bulan Februari oleh Angkatan Darat AS memperlihatkan bahwa pada tahun 2007, sebanyak 17,9% pasukan mereka di Iraq dan Afghanistan menderita stres akut, depresi atau kegelisahan. Pada tahun 2006 jumlah tentara yang mengalami gejala tersebut mencapai 19,1%.
Studi tersebut disusun berdasarkan wawancara yang dilakukan kepada lebih dari 1.900 tentara angkatan darat, pelaut dan Korps Marinir.
"Ada krisis besar yang dihadapi personel-personel yang sudah membaktikan diri mereka di Iraq dan Afghanistan," kata Terri Tanielian, peneliti dari RAND yang juga salah satu pemimpin studi tersebut.
"Mereka harus mendapatkan perawatan yang memadai dan efektif untuk masalah-masalah mental tersebut, jika tidak, akan ada akibat jangka panjang bagi mereka maupun bagi bangsa ini."
Studi itu menyebutkan bahwa banyak personel tidak berusaha mendapatkan perawatan karena khawatir stigma yang diasosiasikan dengan masalah psikologi dapat membahayakan karier mereka.
Kelainan stres pasca-traumatik atau PSTD, dapat disebabkan dari trauma saat berperang, seperti mengalami luka atau menyaksikan orang yang terluka.
RAND menganjurkan agar Pentagon (markas besar angkatan bersenjata AS) membuka jalan bagi para personel untuk mendapatkan perawatan kesehatan mental secara rahasia dan memantau mutu perawatan tersebut.
Kolonel (AD) Loree Sutton, direktur U.S. Defense Center of Excellence for Psychological Health and Traumatic Brain Injury, menyambut baik hasil studi tersebut.
Dia prihatin bahwa ternyata hanya sekitar setengah dari mereka yang mencari perawatan, mendapatkan perawatan "memadai secara minimal".
Sutton mengatakan dirinya akan memacu militer untuk berusaha lebih keras merekrut tambahan spesialis perawatan kesehatan jiwa.
Angkatan Darat AS akan mempekerjakan 275 profesional kesehatan mental dari kalangan sipil namun rencana itu terkendala oleh ketatnya pasar kerja serta kesulitan mendapatkan sipil yang bersedia bekerja di medan tempur.
RAND, organisasi swasta tersebut, memperkirakan bahwa stres dan depresi pada para tentara yang pulang telah menghabiskan dana US$6,2 miliar selama dua tahun sejak penugasan mereka selesai.
Dana tersebut dihitung berdasarkan hilangnya produktivitas, biaya pengobatan dan risiko bunuh yang lebih tinggi untuk bunuh diri. [rtr/kpl/cha/www.hidayatullah.com]
Tentara AS, Menentang Perang Irak Lewat Tato
Eli adalah salah seorang anggota militer AS yang sedang menunggu hasil pemeriksaan medis atas dugaan mengalami gangguan stress pasca trauma. Ia merupakan salah satu dari 300 ribu pasukan AS yang mengalami gangguan mental pasca bertugas di Irak dan Afghanistan. Selain stress dan gangguan kejiwaan, gejala lainnya yang dialami para veteran perang di Irak dan Afghanistan adalah sulit tidur, merasa gelisah, jadi pelupa dan banyak mengalami ketergantungan pada alkohol.
Aturan militer AS melarang pasukannya bertato. Selama ini Eli menggunakan perban untuk menutupi tatonya. "Di hari terakhir saya, saya akan melepas perbannya, memberikan hormat pada komandan dan menunjukkan padanya apa yang saya rasakan, " kata Eli soal tatonya.
Eli mengaku terinspirasi dari para penentang perang Vietnam, ketika AS mengobarkan perang di negeri itu. "Selama perang Vietnam, mereka yang menentang perang menyematkan paper clip di seragamnya, ini cara kecil mereka untuk menunjukkan identitas, " tukas Eli.
"Kami memutuskan untuk tidak hanya menyematkan paper clip, kami membuat tato. Saya berharap tentara lainnya yang menentang perang di Irak, mengikuti cara kami, " sambung Sersan Ali yang bertugas di Irak selama satu tahun.
Sejak invasi AS ke Irak tahun 2003, bukan hanya membuat ratusan ribu tentara AS mengalami gangguan mental, tapi juga sudah menelan korban 4.071 tentara dan 29 ribu tentara lainnya luka-luka. Sedangkan di Afghanistan, sejak invasi tahun 2001, tercatat 496 pasukan AS tewas.
"Melihat persoalan yang mereka hadapi, dan seberapa jauh dampak dari persoalan mereka sekarang, saya mulai meneliti keseluruhan sistem. Saya banyak melihat kegagalan di segala lini, " papar Eli.
Ketua Komite Vietnam Veterans of America's Post Traumatic Stress Diorder (PTSD) Tom Berger mengungkapkan, jumlah pasukan AS yang mengalami gangguan mental pasca perang kemungkinan akan meningkat 20-30 persen dari jumlah ketika masa
disadur dari www. swaramuslim.com
Label: UMUM
Oleh : Redaksi 05 Mar 2008 - 4:00 pm
Penganut agama manapun pasti tidak senang kalau kesucian agamanya dinodai. Christian Voice-kelompok lobi agama Evangelis di Inggris mengacam akan bertindak sendiri jika aparat penegak hukum di Inggris tidak menindak sebuah acara televisi yang telah melecehkan Yesus dan Bunda Maria.
Christian Voice menilai acara "Jerry Springer: The Opera" sebuah acara musikal yang diadaptasi dari acara televisi AS yang sangat populer di AS, telah melecehkan Kristus dan Perawan Maria. Dalam acara tersebut, Yesus Kristus digambarkan sebagai seorang homoseksual.
Organisasi Kristen Evangelis itu sudah mengajukan gugatan pribadi terhadap pimpinan BBC Mark Thompson dan produsernya Jonathan Today, tapi gugatan itu ditolak di tingkat pengadilan rendah dan tinggi. Gugatan melalui Law Lords-pengadilan tertinggi di Inggris-juga ditolak dengan alasan alasan-alasan hukum yang diajukan pihak Christian Voice tidak kuat.
Penolakan itu membuat Christian Voice marah. "Jelas-jelas Yesus Kristus, Perawan Maria dan Tuhan sedang dilecehkan di atas panggung dan oleh para pekerja televisi bebas dari sanksi hukum, " kata Ketua Christian Voice, Stephen Green.
Kasus ini mencuat bersamaan dengan hangatnya perdebatan mengenai undang-undang untuk kasus-kasus penghinaan. Pemerintah Inggris mengusulkan amandemen Undang-Undang Imigrasi dan Pidana mengganti aturan hukum yang mengatur tentang kasus-kasus penghinaan dan perusakan nama baik. Amandemen ini rencananya akan mulai dibahas minggu depan. (ln/iol/eramuslim)
Link :
- http://news.bbc.co.uk/1/hi/entertainment/tv_and_radio/4161109.stm#
- http://www.christianvoice.org.uk/Press/press024.html
Label: UMUM
Yang membuat para siswa marah, karena siswa beragama Kristen itu telah melakukan tindakan yang melecehkan Nabi Muhammad Saw. Siswa itu membuat karikatur Nabi Muhammad Saw dan menempelkannya di dinding sekolah. Meski akibat perbuatannya siswa tersebut sudah diskors selama dua minggu, namun para siswa lainnya tidak mau menerima kedatangan siswa pembuat karikatur itu kembali ke sekolah mereka. Jadilah mereka menumpahkan kemarahan yang menjalar menjadi insiden kerusuhan.
"Dua orang dan seorang inspektur polisi tewas dalam kerusuhan tersebut. Sementara sebuah pos polisi dan segala sesuatu yang berada di dalam pos polisi termasuk amunisi, dibakar oleh para perusuh, " ujar Kepala Polisi Kota Kano, Aminu Yesufu.
Selain tiga korban tewas, 20 orang lainnya, masih menurut keterangan Yesufu, mengalami luka serius termasuk seorang anggota polisi yang mengalami luka tusuk benda tajam di kepalanya.
Lebih lanjut Yesufu mengatakan, kepolisian telah menangkap 25 orang perusuh dan akan melakukan investigasi atas insiden ini.
"Para siswa mulai meneriakkan Allahu Akbar ketika siswa beragama Kristen itu kembali ke sekolah, mereka mengejar siswa itu untuk menghukum mati siswa tersebut, " tutur Sadiq Haruna, salah seorang guru sekolah.
Ia melanjutkan, "Siswa itu lari dan menyelamatkan diri ke sebuah pos polisi, tapi ratusan siswa Muslim yang marah menyerang dan mulai membakar ketika polisi menolak menyerahkan siswa tersebut." Sampai saat ini, belum diketahui, di mana keberadaan siswa Kristiani itu.
Insiden kerusuhan kemarin, merupakan insiden kerusuhan kedua di Nigeria, yang disebabkan oleh kasus penghinaan terhadap Nabi Muhammad Saw kemarin. Pada hari Kamis pekan sebelumnya, polisi menembak satu orang perusuh di kota Yana, negara bagian Bauchi. Kerusuhan dipicu oleh dugaan penghinaan Rasulullah oleh seorang perempuan Kristen
Menurut kepala kepolisian Bauchi, Adnan Tolman Gaya, polisi Yana melepaskan tembakan ke arah kerumuman massa untuk membubarkan massa yang sudah marah dan menyerukan agar perempuan yang melecehkan Rasulullah dihukum mati. Massa akhirnya juga membakar pos polisi Yana, karena tidak mau menyerahkan perempuan yang bersangkutan, yang bersembunyi di pos polisi itu. Perempuan yang dituduh melecehkan Nabi Muhammad Saw itu berhasil meloloskan diri tanpa terluka, ketika pos polisi dibakar.
Karena ada seorang pemuda Muslim yang tewas ditembak polisi dalam insiden tersebut, kerusuhan meluas. Perusuh menjarah rumah-rumah milik polisi dan toko-toko milik warga Kristen.Dalam peristiwa ini, polisi menangkap 44 orang.
Ketegangan antara warga Kristen dan Muslim, yang terkadang meluas menjadi aksi-aksi kekerasan, tergolong tinggi di Nigeria. Pada Februari 2006, terjadi kerusuhan serupa selama dua hari di sebelah tenggara kota Onitsha. Kerusuhan yang dipicu dari aksi protes terhadap kartun Nabi Muhammad Saw di Denmark itu menelan korban jiwa sebanyak 50 orang. (ln/aljz/eramuslim)
http://www.presstv.ir/detail.aspx?id=42424§ionid=351020505
Label: UMUM
Ketua Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin menilai pandangan Mantan Presiden RI, KH Abdurrahman Wahid yang populer dengan panggilan Gus Dur terhadap MUI tidak berdasarkan logika yang sehat.
"Logika Gus Dur itu logika kacau, " katanya menanggapi adanya desakan dari Gus Dur yang menghendaki MUI dibubarkan.
Sebelumnya, Abdurrahman Wahid menyorot kritis kiprah Majelis Ulama Indonesia yang menurutnya antara lain suka membuat fatwa sesat, sehingga ia mengusulkan pembubaran atas lembaga itu. "Jadi bubarkan saja Majelis Ulama Islam (MUI), karena dia bukan satu-satunya lembaga kok. Masih banyak lembaga lain seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah. Jadi jangan gegabah keluarkan pendapat, "ujar Gus Dur ketika itu.
Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, ini merujuk contoh pada kasus Ahmadiyah. Sebaiknya, menurut Gus Dur, MUI tidak menggunakan kata sesat, karena Undang Undang Dasar (UUD) telah mengatur kebebasan berbicara dan kemerdekaan berpendapat. "Kita bukan negara Islam tapi nasionalis, " tandanya.
Secara tegas Ma'ruf Amin membantah tudingan Gus Dur, khususnya terkait dengan pandangan sesat terhadap Ahmadiyah, dan tudingan yang mengatakan MUI memicu timbulnya radikalisme dan fundamentalisme.
Menurut Ma'ruf Amin, Gus Dur itu salah baca terhadap peran MUI. Di mana, MUI selama ini memang merupakan sebuah forum berhimpun yang di dalamnya berkumpul sejumlah ormas Islam, kalangan ulama, zuama, cendekiawan Islam, dan keberadaannya untuk memagari agama Islam dari radikalisme, sekularisme, dan fundamentalisme. "Karena itu logika Gus Dur, jelas-jelas kacau dalam memandang MUI, " tegasnya.
Ma'ruf Amin juga melihat Gus Dur tidak memahami eksistensi Ahmadiyah. Di seluruh dunia Ahmadiyah sudah dianggap sesat. Bahkan forum Organisasi Konferensi Islam (OKI) pun sudah menempatkan Ahmadiyah bukan bagian dari Islam. Begitu juga di negara asalnya, Pakistan, Ahmadiyah jelas-jelas bukan Islam.
Karena itu kalau MUI memfatwakan Ahmadiyah sesat itu bukan mengada-ada. Justru akan mengada-ada kalau MUI membolehkan Ahmadiyah.
Ma'ruf Amin mengatakan selama ini MUI selalu menempatkan diri berada di tengah. Artinya, MUI betul-betul menjadi organisasi moderat, tetapi seringkali disalah artikan. Di mata sekularis dan liberalis, MUI dicap fundamentalis. Sementara di kalangan fundamentalis, MUI dicap sebagai liberalis. "Tugas MUI utamanya adalah mengawal agar umat Islam tidak terjerumus ke ajaran yang sesat, dan konsekuensi itu harus diterima, " katanya. (novel/eramuslim)
MUI Beda dengan Ormas Islam
Keberadaan MUI bukanlah sebagai ormas Islam seperti organisasi massa Islam lainnya. Majelis Ulama Indonesia adalah sebuah forum yang anggota-anggotanya terdiri dari ormas Islam, zuama, ulama, dan cendekiawan muslim.
Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) HM Ichwan Sam menanggapi pertanyaan yang dilontarkan ke publik oleh Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Said Aqil Siroj yang mempertanyakan status Majelis Ulama Indonesia (MUI).
"Kalau ormas, mana massanya. Kalau sebagai semacam majelis fatwa, tapi kok terlalu lebar dan besar perannya, "ungkapnya, di Jakarta.
Menurutnya, peran MUI terasa semakin dirasakan pada saat munculnya sejumlah aliran 'sesat' yang marak berkembangan di tanah air belakangan ini. MUI dengan keputusannya secara tegas mengeluarkan 'fatwa sesat' terhadap sebuah aliran yang dinilai menyimpang.
Tak hanya kepada aliran Al-Qiyadah Al-Islamiyah pimpinan Ahmad Moshaddeq yang difatwa sesat beberapa waktu lalu lanjutnya, tetapi juga kepada beberapa paham, ajaran atau aliran yang dianggap diluar dari kebiasaan.
Karena itu, Ichwan menyebutkan keberadaan MUI itu tidak mungkin disamakan dengan ormas lainnya. MUI di dalamnya terkumpul tokoh-tokoh Islam mulai dari pengurus ormas Islam, pimpinan pondok pesantren, maupun kalangan cendekiawan muslim.
Selain itu, Ia menyatakan, keberadaan MUI yang berfungsi sebagai lembaga fatwa, harus melalui suatu proses pengkajian yang serius dari sejumlah orang, sehingga memperoleh kesepakatan bersama, bukan hasil pengamatan perorangan saja.
Namun, Ichwan menambahkan, apabila status MUI tidak diperjelas dan perannya tidak dibatasi, terutama berkaitan dengan begitu mudahnya mengeluarkan fatwa sesat suatu aliran, maka dikhawatrikan keberadaannya akan semakin melebar dan menyentuh wilayah aliran kebathinan yang jumlahnya sangat besar.
"Bisa-bisa melebar ke aliran kebatinan dan difatwa sesat juga. Padahal, jumlah aliran kebatinan di Indonesia ini ada 320 aliran, "imbuhnya.(novel/eramuslim)
Label: UMUM
Di penghujung tahun masehi 2007, dunia dikejutkan oleh berita tewasnya pemimpin oposisi Pakistan
Benazir Bhutto, yang ditembak oleh seorang penyerang dan kemudian sang penyerang melakukan aksi bom bunuh diri di tengah kerumunan para penggemarnya, Kamis sore (27/12).
Gedung Putih langsung berkabung. Presiden AS George Bush dengan penuh emosional menyampaikan duka cita rakyat Amerika atas kepergian salah seorang sekutunya yang sesungguhnya ingin dijadikan pemimpin baru di Pakistan menggantikan Pervez Musharraf yang dianggapnya sudah tidak bisa lagi seratus persen dikontrol Gedung Putih.
Walau secara resmi Benazir Bhutto beragama Islam, namun dalam kesehariannya sejak kecil hingga menemui kematiannya, Benazir jauh dari nilai-nilai agama yang dianutnya. Bahkan sesaat sebelum dirinya menemui ajal, Bhutto baru saja menyampaikan pidato dalam rapat akbar bersama dengan pendukungnya dan menegaskan, jika dirinya berhasil menjadi pemimpin Pakistan kembali, maka dia akan langsung memimpin pemberangusan gerakan Islam di seluruh Pakistan. Benazir Bhutto menyebut gerakan Islam dengan istilah “Terorisme Fundamentalis”, sebuah terminologi khas Gedung Putih.
“Apakah kita harus meminta orang asing untuk memberangus gerakan fundamentalis di sini? Tentu tidak! Kita akan bersama-sama, aku dan kalian semua, untuk menghabisi kelompok-kelompok fundamentalis yang mendirikan pemerintahan bayangan di Pakistan ini! Kita pasti bisa!” seru Bhutto dari atas podium hanya beberapa saat sebelum dia menemui ajal dengan cara mengerikan.
Ratu Dugem dan Playgirl
Secara resmi, Benazir Bhutto dibesarkan dalam keluarga Islam. Ayahnya, Zulfikar Ali Bhutto adalah Perdana Menteri Pakistan yang tewas digantung oleh Presiden Zia Ul-Haq setelah jenderal ini melancarkan kudeta. Zia sendiri karena sikap politiknya dinilai AS terlalu mengakomodasi kepentingan gerakan Islam, maka CIA membunuhnya lewat suatu operasi rahasia dengan meledakkan pesawat yang ditumpanginya.
Benazir oleh keluarganya di sekolahkan di sebuah yayasan Katholik ala Inggris di Pakistan. Saat usia 16 tahun, Benazir yang tidak mengenakan jilbab disekolahkan ke Radcliffe College di Massachusset, AS. Saat kuliah di Amerika ini, Benazir benar-benar mereguk kebebasan yang tidak bisa dijalaninya di Pakistan. Ia dikenal sebagai seorang gadis yang gemar belanja pakaian yang tengah trendy dan suka bepergian ke pesta-pesta di malam hari dan pulang dengan ditemani pemuda teman kencannya hingga hari beranjak siang.
Dari Amerika, Benazir melanjutkan pendidikannya di Oxford, Inggris, mengambil jurusan Ilmu Hukum dan Politik. Di Inggris gaya hidupnya makin menggila. Benazir termasuk mahasiswa pandai, namun gaya hidupnya juga “meriah”: pesta dugem jalan terus, alkohol dengan setia terus menemani (walau hal ini sempat dibantahnya), juga suka gonta-ganti teman pria. Media Inggris, Dailymail, edisi Jumat (28/12) mengungkapkan sisi gelap kehidupan Benazir dari seorang teman lamanya semasa kuliah di Oxford. Dailymail sendiri menyebut Benazir sebagai “The Oxford Party Girl”.
“Gaya hidup Benazir ketika kuliah di Oxford menjadi parody seorang gadis remaja Muslim, kaya raya, baru melek melihat dunia. Saat dia berpidato dalam kampanye untuk pemilihan Presiden Senat di Oxford, Benazir bahkan mengungkapkan gaya hidupnya yang liberal itu untuk menarik dan mendulang suara dari para pemilih laki-laki, ” demikian Dailymail.
Gaya hidupnya agak berkurang ketika ayahnya tewas di tiang gantungan. Benazir masuk gelanggang politik dengan mengenakan kerudung, sesuatu yang tidak pernah dipakainya ketika di Amerika dan di Inggris. Namun walau berkerudung, sikap politik Benazir sangat American-minded. Dia menjadikan dirinya musuh bagi aktivis Islam di Pakistan dan sahabat setia bagi Amerika.
CIA Dalangnya?
Tidak aneh jika kematiannya ditangisi banyak tokoh-tokoh liberal. Bush pun langsung menuduh kematian Benazir dilakukan oleh terorisme fundamentalis. Padahal penyelidikan saja belum dimulai. Ada banyak dugaan tentang siapa sesungguhnya dalang di balik kematian Benazir. Bisa saja memang dibunuh anggota gerakan Islam, walau yang pertama ini relevansinya sangat meragukan karena tidak ada manfaatnya. Bisa dibunuh oleh Prevez Musharraf sendiri seperti yang banyak ditegaskan oleh para pendukungnya di Pakistan. Atau bahkan bukan mustahil CIA berada di belakang kematiannya.
Bukan tidak mungkin, kematian Benazir memang dirancang jauh hari untuk semakin mengacaukan Pakistan dan menjadikan salah satu negeri Islam terbesar dunia ini pecah dan berkeping-keping. Bukankah di awal tahun 2000-an pernah terendus sebuah dokumen AS yang ingin melenyapkan Pakistan dan Indonesia di tahun 2025?
Dokumen dari hasil kajian strategis yang dipimpin mantan Menteri Pertahanan Amerika Serikat berdarah Yahudi bernama William Cohen, berjudul “Asia Tahun 2025 dan Pengaruhnya terhadap Keamanan Nasional Amerika di Abad 21” dengan tegas memprediksi (baca: menskenariokan) Indonesia dan Pakistan akan hilang dari peta bumi di tahun 2025. Penyebab dari ‘tenggelamnya’ kedua negara tersebut adalah karena konflik internal atau konflik antar suku, golongan, klan, atau agama, separatisme, dan untuk itu semua sebagai syarat mutlaknya adalah ketidak-stabilan ekonomi. Kajian tersebut meramalkan bahwa dalam 25 tahun ke depan, akan terjadi peristiwa berskala besar dan internasional yang akan sangat mempengaruhi keamanan nasional Amerika Serikat.
Amerika sangat berhasrat untuk menguasai Pakistan karena negeri ini memiliki instalasi nuklir. Sedangkan Indonesia, ya kita tahu sendirilah.
Kematian Benazir Bhutto merupakan hal yang amat lumrah dalam dunia politik. Di Indonesia pun ada tragedi Munir yang meninggal karena diracun oleh tangan-tangan kekuasaan. Jadi peristiwa ini sama sekali tidak perlu dibesar-besarkan atau bahkan ditangisi. Biasa sajalah.(Rizki)
Label: UMUM
Oleh: Karen AmstrongKisah tentang Yesus menempati posisi yang istimewa di awal Islam. Tidak ada kebutuhan untuk “benturan peradaban” (clash of civilization).
Pada 632 M, setelah lima tahun peperangan yang hebat, Kota Mekkah di Hijaz, Semenanjung Arabia, secara sukarela membuka gerbang untuk pasukan Muslim. Tidak ada darah ditumpahkan dan tidak ada orang yang dipaksa untuk menjadi Muslim, tetapi Nabi Muhammad saw memerintahkan penghancuran seluruh berhala dan patung Ketuhanan. Terdapat sejumlah lukisan dinding pada dinding-dinding bagian dalam Ka’bah, tempat suci kuno di tengah Mekkah, dan salah satunya, konon diriwayatkan, menggambarkan Maria dan bayi Yesus. Segera, Muhammad saw menutupinya dengan jubahnya dengan penuh hormat, memerintahkan agar semua lukisan yang lain dihilangkan kecuali yang satu itu.
Kisah ini boleh jadi akan mengejutkan orang-orang di Barat, yang kadung memandang Islam sebagai musuh yang tidak dapat didamaikan dengan Kristen sejak Perang Salib. Namun, adalah sangat konstruktif untuk mengingat kisah tersebut, terutama selama Natal, ketika kita dikepung oleh gambar-gambar yang serupa tentang Sang Perawan dan Anak Sucinya. Kisah itu mengingatkan kita bahwa apa yang disebut “benturan peradaban” sama sekali bukan tidak bisa dielakkan. Selama berabad-abad, Muslim mencintai figur Yesus yang dihormati di dalam al-Quran sebagai salah satu nabi terbesar dan, di dalam tahun-tahun perkembangan Islam, menjadi salah satu bagian utama dari identitas Muslim.
Terdapat pelajaran penting di sini, baik bagi orang Kristen maupun Muslim—terutama barangkali pada saat-saat Natal seperti ini. Al-Quran tidak meyakini Yesus sebagai tuhan tetapi ia mempersembahkan lebih banyak ruang bagi kisah tentang konsepsi dan kelahiran sucinya dibandingkan apa yang dikisahkan Perjanjian Baru. Al-Quran menyajikannya dengan kekayaan simbolis mengenai kelahiran Roh Kudus di dalam setiap manusia (QS. 19:17-29; 21:91). Seperti para nabi agung lainnya, Maria menerima Roh Kudus dan mengandung Yesus, yang pada gilirannya akan menjadi sebuah bukti (ayat): sebuah pesan perdamaian, kelembutan, dan kasih sayang kepada dunia.Al-Quran dikejutkan oleh klaim-klaim Kristen bahwa Yesus adalah “putra Allah”, dan kemudian dengan bersemangat melukiskan Yesus demi menyangkal ketuhanannya dalam upaya “membersihkan” dirinya dari proyeksi-proyeksi yang tidak layak tersebut. Berkali-kali, al-Quran menekankan bahwa, seperti juga Muhammad sendiri, Yesus adalah seorang manusia biasa yang sempurna dan bahwa orang Kristen sama sekali telah salah dalam memahami teks-teks suci mereka sendiri. Namun, al-Quran juga mengakui bahwa orang-orang Kristen yang paling setia dan terpelajar—terutama adalah para pendeta dan imam—tidak meyakini ketuhanan Yesus; dari semua hamba Tuhan, merekalah yang paling dekat dengan Muslim (QS. 5:85-86).
Harus dikatakan bahwa beberapa orang Kristen mempunyai pemahaman yang sangat sederhana dari apa yang dimaksud dengan penjelmaan. Ketika para penulis Perjanjian Baru, Paulus, Matius, Markus, dan Lukas menyebut Yesus sebagai “Anak Allah”, mereka tidak memaksudkan bahwa Yesus adalah Tuhan. Mereka menggunakan istilah itu dalam makna Ibraninya: di dalam Alkitab Ibrani, sebutan tersebut biasa dianugerahkan kepada manusia biasa yang fana, seperti seorang raja, imam, atau nabi—yang telah diberi tugas khusus oleh Allah dan menikmati keakraban yang tidak biasa dengan-Nya. Di seluruh Injilnya, Lukas justru selaras dengan al-Quran, sebab ia secara konsisten menyebut Yesus sebagai seorang nabi. Bahkan Yohanes, yang memandang Yesus sebagai penjelmaan Firman Allah, membuat suatu pembedaan, sekalipun hanya dalam satu ungkapan yang sangat bagus, antara “Firman” dengan Allah Sendiri—seperti halnya kata-kata kita yang terpisah dari esensi keberadaan kita.
Al-Quran menekankan bahwa semua agama yang benar dan terbimbing berasal dari Allah, dan Muslim diwajibkan untuk mengimani wahyu-wahyu dari setiap kata para utusan Allah: Katakanlah: “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa, dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan hanya kepada-Nyalah kami menyerahkan diri” (QS. 3:84). Dan, Yesus—yang juga disebut Mesiah—Sang Firman dan Roh Kudus—mempunyai status khusus.
Yesus, bagi al-Quran, mempunyai hubungan yang dekat dengan Muhammad, dan telah meramalkan kedatangannya (QS. 61:6), sama seperti para nabi Ibrani yang dipercaya oleh orang Kristen sebagai telah menubuatkan kedatangan Kristus. Al-Quran menolak bahwa Yesus telah disalibkan dan memandang kenaikannya ke surga sebagai pernyataan keberhasilan dari misi kenabiannya. Dengan cara yang serupa, Muhammad suatu ketika secara mistik naik ke Singgasana Tuhan. Di samping Muhammad, Yesus juga akan memainkan suatu peran yang sentral dalam drama eskatologis pada hari akhir.
Selama tiga abad pertama dari Islam, Muslim telah menjalin hubungan yang dekat dengan orang Kristen di Irak, Syiria, Palestina, dan Mesir, dan mulai mengoleksi ratusan riwayat dan perkataan yang berhubungan dengan Yesus; suatu koleksi yang tidak ada bandingannya di dalam agama non-Kristen manapun. Sebagian ajaran tersebut dengan jelas berasal dari Injil—terutama Khotbah di atas Bukit yang sangat populer tetapi ditampilkan dengan gaya Muslim. Yesus digambarkan melakukan ritual haji, membaca al-Quran, dan melakukan sujud dalam doanya.
Dalam riwayat-riwayat yang lain, Yesus mengartikulasikan secara terperinci apa yang menjadi perhatian Muslim. Dia telah menjadi salah satu teladan agung bagi para sufi Muslim, yang mengajarkan hidup sederhana, kerendahan hati, dan kesabaran. Kadang-kadang Yesus memihak satu kelompok dalam sebuah perselisihan teologis atau politis: membariskan dirinya bersama mereka yang mendukung kehendak bebas di dalam perdebatan mengenai takdir; memuji Muslim yang berdamai dengan prinsip politiknya (“Ketika para raja memberikan kebijaksanaan kepada kalian, maka sebaiknya kalian tinggalkan dunia untuk mereka”); atau mengecam para ulama yang melacurkan ajarannya demi keuntungan politis (“Janganlah kamu hidup dari Kitab Tuhan”). 1)
Yesus telah diinternalisasi oleh Muslim sebagai teladan dan inspirasi dalam pencarian spiritual mereka. Muslim Syiah merasa bahwa ada suatu koneksi kuat antara Yesus dengan imam-imam mereka yang menerima ilham, memiliki kelahiran-kelahiran yang ajaib, dan mewarisi pengetahuan propetik dari ibu-ibu mereka. Para Sufi terutama mengabdikan diri mereka kepada Yesus dan menyebutnya sebagai “nabi cinta”. Mistikus ternama Abad ke-12 M, Ibn al-Arabi, menyebut Yesus sebagai “penutup orang-orang kudus”—secara sengaja disandingkan dengan Muhammad sebagai “penutup para nabi”.
Cinta Muslim kepada Yesus adalah contoh yang luar biasa dari cara bagaimana sebuah tradisi dapat diperkaya oleh tradisi yang lain. Ini tidak berarti bahwa orang-orang Kristen harus membayar pujian tersebut. Sementara Muslim mengoleksi riwayat-riwayat mereka mengenai Yesus, sarjana-sarjana Kristen di Eropa justru menghujat Muhammad sebagai seorang pemuja seks dan penipu ulung, yang sangat menyukai kekerasan. Namun, pada hari ini, baik Muslim maupun orang Kristen sama bersalahnya atas sikap fanatik semacam itu dan seringkali juga lebih suka untuk melihat hanya bagian terburuk dari satu sama lain.
Cinta Muslim kepada Yesus menunjukkan bahwa hal itu tidak harus selalu menjadi situasinya. Pada masa lalu, sebelum terjadinya kekacauan politik dari modernitas, Islam selalu mampu melakukan koreksi diri. Tahun ini, pada hari kelahiran Jesus, mereka mungkin dapat bertanya kepada diri mereka sendiri bagaimana mereka dapat menghidupkan kembali tradisi panjang mereka berkaitan dengan pluralisme dan penghargaan kepada agama-agama yang lain. Ketika merenungi empati Muslim terhadap iman mereka, orang-orang Kristen sebaiknya melihat kembali masa lampau mereka sendiri dan mempertimbangkan apa yang mungkin dapat mereka lakukan untuk membalas rasa hormat ini. (icc-jakarta.com)
* Artikel ini dikutip dari harian Inggris the Guardian edisi 23 Desember 2006.
* Karen Armstrong adalah penulis buku Muhammad: a Prophet for Our Time.
Footnote
* Dua riwayat tersebut dan riwayat-riwayat yang bermakna serupa dapat ditemukan dalam Tarif Khalidi, The Muslim Jesus: Sayings and Stories in Islamic Literature, Harvard University Press, Cambridge, 2001.
Label: UMUM
Dasar – dasar Teknik Sidang 1
Secara sederhana, sidang merupakan bentuk diskusi resmi yang diikuti orang banyak untuk memutuskan sesuatu dengan mekanisme-mekanisme yang jelas/teratur. Mekanisme-mekanisme yang dibuat dan diberlakukan di sidang bertujuan agar sidang yang dilakukan berjalan aman, aspiratif, dan demokratis. Oleh karena itu aturan main sidang harus jelas.
Apa yang orang lakukan ketika sidang?
Segala keputusan yang berhubunagnd enagn kepijakan public akan selalu diambil melalui mekanisme sidang. Sehingga semua pihak yang berkepentinagn dengan kebijakan publek pasti akan berkumpul untuk ikut dalam proses itu.
Macam-macam Sidang
Sidang Komisi
Sidang ini hanya diikuti oleh anggota komisis saja untuk memudahkan perumusan dan pengambilan kebijakan sementara sehingga pembahasan bidang yang telah ditentukan lebih terfokus. Keputusan pada sidang komisis bersifat non permanen (dapat berubah) kemudian dibawa kedalam sidang pleno untuk mendapat keputusan terakhir.
Sidang Pleno
Biasa disebut sidang besar yang diikuti oleh seluruh peserta sidang tanpa kecuali.. Sidang pleno dilakukan untuk memberi keputusan final agenda sidang yang telah dirumuskan sebelumnya pada sidang komisi. Pembahasan agenda, tatib, dan LPJ menggunakan sidang jenis ini.
Perangkat Sidang
Pimpinan Sidang/presidium
Pimpinan sidang berperan sebagai pengatur jalannya sidang agar menghasilkan keputusan yang disepakati bersama. Pimpinan sidang tidak boleh berpihak pada salah satu pihak peserta dan hanya boleh memutuskan sesuatu atas persetujuan peserta sidang. Kriteria yang harus dimiliki oleh pimpinan sidang sbb :
cerdik
bijaksana
tegas
berwawasan luas
humoris
kharisma
Pimpinan sidang dipilih oleh peserta sidang dan biasanya berjumlah ganjil. Satu sebagai notulen dan dua orang pimpinan sidang yang lain secara bergantian memimpin sidang sesuai kesepakatan.
2. Peserta Sidang
Peserta sidang ditentukan berdasarkan tatib yang telah disepakati. Biasanya terdiri dari peserta aktif dan peserta peninjau. Seluruh hak dan kewajiban peserta diatur di tatib.
Notulensi
Bertugas untuk emncatat jalannya persidangan
4. Palu Sidang
Demi kelancaran maka diperlukan palu sidang yang telah disepakati bersama baik bentuk maupun wujudnya. Aturan ketukan palu sidang sbb :
1 x : mengukuhkan kesepakatan.
2 x : pertukaran pimpinan sidang, penundaan sidang, pencabutan penundaan (baik untuk lobby, istirahat, atau penundaan sidang untuk beberapa lama)
3 x : menetapkan keputusan, membuka dan menutup sidang.
Berkali-kali : untuk menenangkan peserta sidang atau meminta peserta memperhatikan jalannya sidang.
Quorum
Adalh syarat sahnya sidang untuk dapat diadakn, karena tingkat qauorum menunjukkan sejauh man tingkat representasi dari peserta sidang. Semakin tinggi jumlah quorum, semakin tinggi pula tingkat representasi dari sidang tersebut.
6. Draft Materi Sidang
Meliputi bahan-bahan yang akan dibahas dalam persidangan. Biasanya terdiri dari draft tatib, AD/ART, PPO, GBHK, dll yang disusun sebelumnya oleh tim perumus sidang atau panitia khusus.
Etika Sidang
Pembukaan sidang
Istilah dalam sidang
Pending : memberhentikan sidang untuk sementara waktu dengan tujuan tertentu seperti istirahat, lobby, penundaan sidang.
PK/Peninjauan kembali : mekanisme yang digunakan untuk mengulang kembali pembahasan/ putusan yang telah ditetapkan
Interupsi : memotong/menyela pembicaraan dikarenakan ada hal-hal yang sagat penting untuk diungkapkan.
Macam-macam Interupsi
Macam-macam interupsi sbb :
Point of clarification : interupsi untuk menjernihkan/meluruskan permasalahan atau isi pembahasan.
Point of view : interupsi yang digunakan untuk menyampaikan pendapat, tanggapan, usulan, saran
Point of order : interupsi yang digunakan untuk meminta pimpinan sidang meluruskan jalannya sidang apabila keluar dari konteks, atau sidang dianggap janggal.
Point of solution : interupsi untuk memberikan solusi atas permasalahan yang dibahas.
Point of information : interupsi untuk memberikan informasi, baik tentang pembicaraan yang tidak sesuai atau informasi yang berkaitan dengan kondisi yang menjadi pokok pembahasan atau hal-hal yang dipandang urgen untuk diinformasikan.
Point of privilege (rehabilitation) : interupsi yang berfungsi untuk membersihkan nama baik atau kehormatan seseorang/kelompok karena dipandang pembicaraan tersebut menyimpang dari etika atau menyinggung perasaan.
Persiapan Menghadapi Sidang
Fisik
materi
persiapan materi yang akan dibahas
persiapan strategi
Label: UMUM
